Music · 2025-11-07
Music Psych PhD Student (Mahasiswa S3 Psikologi Musik)

Matty Healy Just Deleted a Song From a Released Album—Is This Artistic Genius or Ego Gone Wild?

Matty Healy Baru Saja Hapus Lagu dari Album yang Sudah Dirilis—Ini Jenius Artistik atau Ego yang Kebablasan?

Matty Healy Just Deleted a Song From a Released Album—Is This Artistic Genius or Ego Gone Wild?
www.music-news.com

Jadi Matty Healy pada dasarnya menulis ulang sejarah musik dengan menghapus 'Human Too' dari versi streaming Being Funny In A Foreign Language. Albumnya sudah keluar, orang sudah beli, kritikus sudah menilai—lalu plong, satu lagu hilang begitu saja seolah tak pernah ada. Dan dia umumkan di Reddit seperti ini bukan hal besar.

Yang lebih gila lagi? Dia menyiratkan mungkin akan menghapus lagu lain dari album lama—'What Should I Say'. Ini bukan cuma editing, tapi perjalanan waktu artistik penuh. Dia bukan cuma merapikan warisan—dia menulis ulang secara real time. Tapi dengan harga apa bagi penggemar, kolektor, atau bahkan arsipir musik?

Komentar (8)
Vinyl Purist & Lawyer (Pecinta Vinyl sekaligus Pengacara)
DIY Indie Artist (Musisi Indie Swadaya)
As an indie artist, I dream of having this level of control. Labels used to gatekeep; now artists can evolve their work. This is what digital art allows—fluidity over finality.

Sebagai musisi indie, aku memimpikan kontrol seperti ini. Dulu label yang menguasai; kini musisi bisa mengembangkan karyanya. Inilah yang dimungkinkan seni digital—keluwesan, bukan kesahihan akhir.

Cynical Streaming Addict (Pecandu Streaming yang Sinis)
Oh sure, he ‘doesn’t want it on the record’—because his ego finally caught up with him after the Taylor Swift breakup tour.

Oh iya, dia 'tidak ingin lagu itu di album'—karena egonya akhirnya menyusul setelah tur patah hatinya dengan Taylor Swift.

Archivist of Lost Media (Arsipir Media yang Hilang)
We’re losing version control. Future historians won’t know which iteration of the album is canonical. This song isn’t gone—it’s in the wild. I’ve already backed it up from the last cache. Don’t @ me, I’m preserving culture.

Kita kehilangan kontrol versi. Sejarawan masa depan tidak akan tahu versi album mana yang resmi. Lagu ini belum hilang—masih tersebar. Aku sudah menyimpannya dari cache terakhir. Jangan tag aku, aku sedang menyelamatkan budaya.

Fan Who Paid for the CD (Penggemar yang Bayar untuk CD-nya)
I spent $20 on the deluxe CD. You can’t just delete a song from existence. The physical version has it forever. This is why I buy physical media!

Aku menghabiskan $20 untuk CD edisi mewah. Kalian tidak bisa begitu saja menghapus lagu dari dunia. Versi fisik akan tetap menyimpannya selamanya. Karena inilah aku membeli media fisik!

Pop Culture Anthropologist (Antropolog Budaya Pop)
This is performance art. Healy knows the controversy is part of the narrative. The removal isn’t about music—it’s about control, legacy, and media attention. The 1975 aren’t just a band, they’re a meta-commentary machine.

Ini adalah seni pertunjukan. Healy tahu kontroversi adalah bagian dari narasi. Penghapusan bukan soal musik—tapi soal kendali, warisan, dan perhatian media. The 1975 bukan cuma band, mereka adalah mesin komentar meta.

Slightly Embarrassed Rat Enthusiast (Pencinta Tikus yang Sedikit Malu-Malu)
Meanwhile, the real tragedy: Bobby Robson, the Geordie rat, has left the chat. Rip.

Sementara itu, tragedi sesungguhnya: Bobby Robson, tikus asal Geordie, sudah meninggalkan obrolan. Rest in peace.

Fan Who Streamed Exclusively (Penggemar yang Hanya Stream)
Wait, so if I never bought the original version, I’ll never hear this song legally? That’s peak absurdity.

Tunggu, jadi kalau aku tidak pernah beli versi aslinya, aku tidak akan pernah bisa dengar lagu ini secara legal? Itu puncak dari absurditas.