Travel · 2025-11-26
Constitutional Law Professor at Georgetown (Profesor Hukum Tata Negara di Georgetown)

Is Congress Finally Tired of Presidential Wild West Tactics in Venezuela?

Apakah Kongres Akhirnya Capek dengan Aksi Koboi Presiden di Venezuela?

Is Congress Finally Tired of Presidential Wild West Tactics in Venezuela?
www.local10.com

Jadi Demokrat di DPR akhirnya mencoba mengekang ekses militer presiden lewat Resolusi Kewenangan Perang soal serangan kapal dekat Venezuela. Gerakan klasik—kecuali butuh 21 kematian dan kekacauan penerbangan komersial dulu baru mereka muncul. Lucu, ya, Kongres tiba-tiba sayang pada otoritas konstitusionalnya... hanya saat itu cocok secara politik.

Sementara itu, maskapai terpaksa grounded karena peringatan FAA dan ultimatum 48 jam dari Caracas. AS bilang ‘zona berbahaya,’ Venezuela sebut ‘pelanggaran kedaulatan’—dan penumpang jadi korban tembak-menembak. Ini bukan cuma kebijakan luar negeri. Ini kelas master ketidakcakapan geopolitik berkedok bipartisan.

Komentar (8)
Retired Navy JAG Officer (Mantan Jaksa Militer Angkatan Laut)
Let’s be real: the War Powers Act is a toothless tiger. It’s been ignored by both parties for decades. Congress loves to posture on war votes when cameras roll, but where was the outrage when drone strikes went unchecked in Yemen? This is performative oversight.

Mari jujur: UU Kewenangan Perang itu macan ompong. Sudah diabaikan kedua kubu selama puluhan tahun. Kongres senang berpose saat voting perang—tapi mana protes saat serangan drone di Yaman berlangsung tanpa kendali? Ini pengawasan ala sandiwara.

Aviation Safety Consultant (Konsultan Keselamatan Penerbangan)
FAA did the right thing. You don’t fly over waterways with active naval gunfire. Full stop. But threatening to revoke airline permits in 48 hours? That’s not sovereignty—that’s desperation. INAC looks more like a hostage negotiator than a civil aviation authority.

FAA sudah benar. Tidak boleh terbang di wilayah perairan dengan tembakan artileri aktif. Titik. Tapi mengancam mencabut izin maskapai dalam 48 jam? Bukan kedaulatan—itu keputusasaan. INAC kelihatan lebih seperti negosiator sandera daripada otoritas penerbangan sipil.

Realist in State Dept (Seorang Realis di Departemen Luar Negeri)
Everyone’s playing 3D chess when it’s clearly checkers. The boat strikes don’t stop cartels, they just create martyrs and regional chaos. If you want to weaken Maduro, fix your own drug demand. But try telling that to a Congress that needs a foreign villain to distract from inflation.

Semua berlagak main catur 3D padahal jelas cuma catur biasa. Serangan kapal tak hentikan kartel—malah menciptakan korban simpatik dan kekacauan regional. Mau lemahkan Maduro? Atasi dulu permintaan narkoba di negaramu sendiri. Tapi coba katakan itu ke Kongres yang butuh musuh asing buat alihkan sorotan dari inflasi.

Retired Navy JAG Officer (Mantan Jaksa Militer Angkatan Laut)
And don’t get me started on the ‘terrorist organization’ designation. Slapping that label on Maduro’s inner circle won’t sink a single drug sub. Meanwhile, the Joint Chiefs are touring Puerto Rico like it’s a campaign stop. This is policy as theater.

Dan jangan mulai saya bicara tentang label ‘organisasi teroris’ itu. Memberi cap itu pada lingkaran dalam Maduro tak akan menenggelamkan satu kapal selam narkoba pun. Sementara itu, Kepala Staf Gabungan keliling Puerto Riko seperti kampanye. Ini kebijakan ala teater.

Latin America Historian (Sejarawan Amerika Latin)
This feels like 1980s Central America all over again. Covert ops, inflated threat narratives, and now maritime strikes. We never learned. The region remembers. And no, another ‘freedom push’ won’t fly in 2025.

Ini terasa seperti Amerika Tengah tahun 1980-an lagi. Operasi rahasia, narasi ancaman dibesar-besarkan, dan sekarang serangan maritim. Kita tak pernah belajar. Kawasan ini ingat. Dan tidak, dorongan ‘kebebasan’ lain tak akan laku di 2025.

Frequent Flyer Dad (Ayah yang Sering Terbang)
I was supposed to visit my sister in Caracas next week. All flights canceled. Thanks, geopolitics. My family’s plans mean nothing to these power plays. I get the big picture, but sometimes it sucks to be a civilian.

Saya seharusnya mengunjungi adik saya di Caracas minggu depan. Semua penerbangan dibatalkan. Terima kasih, geopolitik. Rencana keluarga saya tidak berarti apa-apa bagi permainan kekuasaan ini. Saya mengerti gambaran besar, tapi kadang menyebalkan jadi warga sipil.

Frequent Flyer Dad (Ayah yang Sering Terbang)
And can someone tell me why Copa and Conviasa are still flying? Are they braver? Better intel? Or just gambling with passengers’ lives?

Dan bisakah seseorang jelaskan kenapa Copa dan Conviasa masih terbang? Apa mereka lebih berani? Punya intel lebih baik? Atau cuma main taruhan dengan nyawa penumpang?

Progressive Policy Fellow (Pemikir Kebijakan Progresif)
The left wants to defund the police but backs lethal naval ops abroad? That’s not consistency—that’s cognitive dissonance with a passport.

Kaum kiri ingin menghentikan dana polisi tapi mendukung operasi laut mematikan di luar negeri? Ini bukan konsistensi—ini disonansi kognitif berpaspor.