Samaritan's Purse Just Dropped a Hospital in Jamaica—Why Don’t We See This Speed in Every Disaster?
Samaritan's Purse Baru Saja Mendaratkan Rumah Sakit Darurat di Jamaika—Kenapa Respons Cepat Begini Tak Terjadi di Setiap Bencana?

Kurang dari 48 jam setelah Hurricane Melissa menghancurkan pantai selatan Jamaika, rumah sakit darurat berkapasitas 30 tempat tidur sudah dalam perjalanan lewat Samaritan’s Purse. Bukan cuma perbekalan—tapi dokter, ahli bedah, dan bahkan bank darah. Sementara itu, upaya bantuan yang dipimpin pemerintah di bencana lain butuh waktu berminggu-minggu hanya untuk mengatur tenda.
Ini bukan sekadar logistik; ini teologi yang bergerak. Kecepatan, ketepatan—mendirikan unit bedah lengkap di daerah yang rumah sakit lokalnya hancur—terasa seperti sesuatu yang lebih dari sekadar amal. Terasa seperti penghargaan atas martabat manusia.
Jangan terlalu dibesar-besarkan. LSM berbasis agama seperti Samaritan’s Purse memang cepat, tapi sering mengabaikan sistem kesehatan nasional. Ini mengkhawatirkan. Kita butuh koordinasi, bukan sistem tandingan yang saling bersaing merawat pasien.
Bicara dengan kolega di lapangan di Black River. Mereka bilang unit bedah tiba sebelum pemerintah lokal mengesahkan izin pendaratan. Bukan mengabaikan prosedur—ini menyelamatkan nyawa sementara birokrasi masih tidur.
Masalah yang lebih besar? Kenapa LSM Kristen dari North Carolina punya respons lebih cepat dibanding unit bencana PBB sendiri? Ini bukan soal efisiensi. Ini gejala dari pendanaan yang terus-menerus rendah pada lembaga kemanusiaan internasional.
Saya pernah kerja sama dengan mereka di Haiti. Iya, mereka membagikan Alkitab. Tapi mereka juga membagikan insulin. Saya rela terima selebaran rohani asal dapat antibiotik.
Dengan segala hormat, tapi kenapa tidak ada rumah sakit bencana yang sudah ditempatkan sebelumnya di Karibia? Seharusnya ini aset regional, bukan keajaiban yang datang dari Boone, NC.
Dan jangan lupa: Karibia hampir tidak menghasilkan emisi karbon, tapi menanggung dampak terbesar badai seperti Melissa. Amal yang sebenarnya? Negara industri akhirnya membayar kompensasi iklim.
Jadi kelompok religius yang didirikan tahun 1970 mengungguli PBB dalam tanggap bencana. Mengingatkan saya pada misionaris yang membawa vaksin cacar sebelum pemerintah punya kementerian kesehatan.
Sekolah saya kehilangan atapnya. Tapi murid-murid saya selamat. Terima kasih kepada tim Samaritan’s Purse yang mendirikan klinik dekat Fall Bay. Bantuan nyata seperti itu bentuknya.