Ilustrasi kota mandiri Deltamas dengan gedung data center modern dan grafik pertumbuhan pendapatan yang melonjak tajam.
Ilustrasi kota mandiri Deltamas dengan gedung data center modern dan grafik pertumbuhan pendapatan yang melonjak tajam.

Pertumbuhan ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap infrastruktur Deltamas. Kalau ada rekan atau kolega di bidang properti atau investasi, ini bisa jadi konteks yang berguna

Pendapatan Deltamas Naik 107% Alur cerita dan fakta utama

PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS), pengembang kota mandiri Deltamas yang merupakan bagian dari Sinarmas Grup, mencatat lonjakan pendapatan hingga 107% di kuartal pertama 2026. Perusahaan membukukan pendapatan sebesar Rp1,05 triliun, naik dari Rp508 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh tingginya permintaan atas lahan industri, terutama dari perusahaan yang membangun pusat data.

Menurut Direktur dan Sekretaris Perusahaan DMAS, Tondy Suwanto, lebih dari 90% pendapatan berasal dari penjualan lahan industri, khususnya untuk data center. Kota Deltamas memang dikembangkan dengan infrastruktur khusus seperti jaringan internet dan pasokan listrik yang andal, menjadikannya daya tarik utama bagi investor teknologi dan digital.

Meskipun sektor properti komersial dan residensial tetap menjadi bagian dari portofolio, fokus utama DMAS tetap pada pengembangan kawasan industri. Pertumbuhan ini mencerminkan tren investasi global yang semakin tertuju pada infrastruktur digital, dan posisi Indonesia sebagai lokasi strategis di tengah percepatan transformasi digital.

Fakta

  • Pendapatan PT Puradelta Lestari (DMAS) mencapai Rp1,05 triliun di kuartal I-2026, naik dari Rp508 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.
  • Lebih dari 90% pendapatan berasal dari penjualan lahan industri, terutama untuk kebutuhan data center.
  • Kota Deltamas memiliki infrastruktur khusus seperti jaringan internet dan listrik andal untuk menarik investor teknologi.

Penjelasan berita yang disusun ulang dari laporan beberapa media dengan bantuan AI. Kebijakan editorial