Gamers Playing Too Few Games? Ubisoft Blames the Players for Dying Sales
Pemain Main Game Terlalu Sedikit? Ubisoft Salahkan Pemain atas Penurunan Penjualan

Jadi begini: untung Ubisoft terus turun, sahamnya membeku, dan alasan besar mereka adalah orang-orang tidak cukup main game? Bukan karena gamenya terlalu panjang, penuh bug, atau terlalu mahal? Ini ibarat koki menyalahkan pelanggan karena tidak cukup lapar saat makanannya terasa kayak kardus.
Dan mereka bilang model 'bayar sekali, main selamanya' seharga £50–60 mati karena orang-orang main game lebih lama? Wah. Jadi kalau bekerja terlalu baik malah bikin penjualan turun? Atau mungkin orang cuma gak mau beli lagi game tembak-tembakan dunia terbuka yang mahal ketika masih sibuk main Warzone?
Ini ironinya: orang-orang sebenarnya main game lebih banyak dari sebelumnya—berkat diskon Steam, Game Pass, dan game F2P. Tapi mereka gak beli karya kacau triple-A ala Ubisoft. Bukan karena gamenya terlalu menarik; tapi karena game Ubisoft gak cukup menarik.
Mari jujur. Kita udah banyak memotong jalan selama tiga tahun. Kerja lembur luar biasa, moril anjlok, dan mereka lebih fokus ke jadwal DLC daripada perbaikan bug. Lalu mereka salahkan pelanggan? Ya, pasti diterima pengadilan.
Tepat sekali. Pemain lebih terlibat dari sebelumnya, hanya saja bukan dengan konten yang terasa seperti tugas. Pasar menghargai konten baru, bukan kejenuhan.
Kasus klasik menyalahkan permintaan saat masalahnya jelas di sisi penawaran. Kalau orang-orang gak beli, mungkin produknya jelek? Mengejutkan sekali, ya. Sementara itu, game indie berkembang pesat karena benar-benar inovatif.
Mereka salah paham total. Pasar bukan lagi soal kepemilikan—tapi soal akses. Pemain ingin fleksibilitas: main game apa saja, kapan saja, tanpa instal. Makanya Game Pass dan GeForce Now menang.
Sakit mengakui, tapi... aku gak beli Assassin’s Creed baru selama tiga tahun. Aku terus kembali ke Black Flag. Mungkin mereka harus berhenti mengejar tren dan kembali ke akar kesuksesan mereka.
Aku udah sering lihat film ini. 'Konsumen kewalahan.' 'Pasar tidak bisa diprediksi.' Selalu salah pasar—gak pernah salah kreativitas yang nyaris mati.
Ini bukan cuma rasa rindu—Black Flag punya jiwa. Yang lain terasa kayak spreadsheet pakai grafis.