Cruise Ship Left Her Behind: Was This a 'Failure of Care' or Just a Tragic Accident?
Kapal Pesiar Meninggalkannya: Apakah Ini 'Kegagalan Perawatan' atau Cuma Kecelakaan Tragis?

Seorang pencinta alam berusia 80 tahun ditinggalkan di pulau terpencil dengan suhu 40°C setelah merasa tidak enak badan saat tur terpandu. Kapal pesiar langsung berlayar—tanpa hitungan penumpang. Itu bukan kecelakaan. Itu kegagalan prosedur dasar.
Putrinya menyebutnya sebagai 'kegagalam perawatan dan akal sehat'. Sementara itu, perusahaan pelayaran cuma 'sangat menyesal'. Penyesalan tak bisa menghidupkannya kembali. Apa yang mencegah kejadian ini terulang? Teknologi canggih? Atau cuma keberuntungan?
Anda tak butuh biometrik atau gelang GPS kalau prosedur hitung jumlah penumpang saja seharusnya cukup. Kalau mereka tak lakukan pemeriksaan penumpang sebelum berangkat, itu bukan cuma kelalaian—itu kelalaian kriminal.
Sebagai kapten, saya bisa diadili militer karena ini. Tidak ada pemeriksaan keberangkatan? Itu bukan kelalaian—itu penelantaran.
Ini kemungkinan besar akan berakhir dengan tuntutan perdata. 'Kegagalan perawatan' mengisyaratkan adanya kewajiban perawatan, pelanggaran, dan kerugian. Meski tidak kriminal, keluarga punya dasar kuat untuk menuntut kelalaian.
Usia 80 tahun di suhu 40°C? Sudah pasti risiko kelelahan akibat panas. Pemandu seharusnya menemani dia turun atau minta bantuan. Meninggalkannya sendirian? Secara etika salah.
Ini tragis, ya. Tapi kejadian langka tetap terjadi meski sistem sempurna. Kita tak bisa mengatur setiap detak jantung. Jangan salibkan industri ini gara-gara kejadian yang sangat kecil kemungkinannya.
Saya sudah pesan ekspedisi serupa bulan depan. Sekarang saya bertanya-tanya—bagaimana kalau saya jatuh? Bagaimana kalau tak ada yang menyadari? Ini seharusnya pengalaman mewah, bukan permainan rolet Rusia.
Ah iya, 'kami sangat menyesal'. Lain kali mungkin coba jangan tinggalkan penumpang lansia untuk mati sendirian di pantai. Ide radikal, ya, saya tahu.
Ini mengingatkan saya pada insiden SS President Coolidge tahun 1929—penumpang ditinggalkan saat krisis. Beberapa perusahaan tak pernah belajar. Laba di atas manusia?