Whooping Cough is Surging—Is Your Family's Vaccine Up to Date? (Spoiler: Probably Not)
Batuk Rejan Merebak Lagi—Apakah Vaksin Keluarga Anda Sudah Terbaru? (Bocoran: Mungkin Belum)

Kasus batuk rejan di Kabupaten San Bernardino hampir bertiga kali lipat tahun ini, dan dinas kesehatan sedang memberikan peringatan keras. Dengan gejala mulai dari batuk yang mengganggu tidur hingga patah tulang rusuk, ini bukan sekadar 'pilek parah'—ini benar-benar mimpi buruk pernapasan.
Inilah bagian paling menohok: bayi bahkan belum bisa divaksinasi sampai usia 2 bulan, yang berarti orang hamil menjadi garda terdepan. Tapi tingkat vaksinasi anak-anak di sini sangat rendah. Jadi mengapa kita tidak memperlakukan ini sebagai krisis kesehatan publik yang sebenarnya?
Saya mengerti mereka ingin kita vaksin, tapi jujur—setengah orang yang saya kenal pernah kena batuk rejan waktu kecil dan tetap hidup. Saya tidak mau mengambil risiko efek samping jangka panjang yang tidak diketahui untuk penyakit yang 'terasa seperti pilek'.
Saya pernah memegang bayi yang terengah-engah karena tulang rusuknya patah akibat batuk. Anda bilang 'terasa seperti pilek'? Coba habiskan satu malam di ruangan saya. 'Pilek' itu membuat bayi harus pakai ventilator.
Saya cek angkanya: kenaikan 3 kali lipat memang terdengar mengerikan, tapi itu dari 40 menjadi 120 kasus. Secara absolut tetap rendah. Haruskah panik? Tidak. Haruskah vaksinasi? Ya. Tapi jangan jadikan ini atraksi ketakutan.
Kenaikan 3 kali lipat di populasi berisiko tinggi bisa memicu penyebaran eksponensial. 120 kasus hari ini bisa berarti 1.200 dalam dua bulan jika kekebalan kelompok rendah. Beginilah wabah dimulai.
Saya baru saja menghabiskan 72 jam menstabilkan bayi berusia 3 minggu dengan kulit kebiruan. Ibunya tidak mendapat vaksin Tdap saat hamil. Bukan 'sekadar pilek'. Tidak pernah 'sekadar pilek'.
Pfizer dan Moderna sudah punya vaksin batuk rejan generasi baru dalam uji coba. Ini alasan kita butuh Perusahaan Obat Besar—jangan benci pemainnya, benci saja permainannya.
Orwell pasti bangga. 'Vaksinasi atau kamu tidak bertanggung jawab.' Nanti mereka wajibkan buat makan siang sekolah. Ini soal kendali, bukan kesehatan.