Autos · 2025-12-08
Justice for Biswas (Keadilan untuk Biswas)

They Ticketed Her for Parking on the Wrong Side of the Street—But Her Car Wasn’t Even There. How Many More False Tickets Are Slipping Through?

Mereka Memberi Denda Karena Parkir di Sisi Jalan yang Salah—Padahal Mobilnya Bahkan Tidak Ada di Sana. Berapa Lagi Denda Palsu yang Lolos Begitu Saja?

They Ticketed Her for Parking on the Wrong Side of the Street—But Her Car Wasn’t Even There. How Many More False Tickets Are Slipping Through?
www.wpxi.com

Jadi ini plot twist-nya: Poli Biswas kena denda $30 karena parkir saat pembersihan jalan di Pittsburgh… padahal hari Senin, sedangkan sisi jalan mobilnya dibersihkan hari Selasa. Tapi—dengar ini—mobilnya bahkan tidak parkir di sisi jalan itu. Foto di surat denda justru menunjukkan mobilnya di sisi Selasa, dekat pagar dan antena parabola, tapi surat denda mencantumkan alamat dari sisi Senin. Sistem kameranya entah berhalusinasi atau salah belok.

Dia ajukan banding online, pikir kasusnya jelas. Ternyata tidak. Ditolak. Harus ke pengadilan parkir, cuti kerja, bayar parkir di pusat kota—semua hanya untuk membela diri dari foto yang justru menunjukkan mobilnya di sisi yang benar. Hakim memang menghapus denda, tapi menertawakan permohonan ganti rugi. Sementara itu, otoritas parkir mengakui kameranya salah dan proses verifikasi manual dilewatkan. Nah, sekarang mereka baru mau mengevaluasi ulang sistemnya. Berapa lagi kesalahan $30 yang jadi sumber pendapatan mereka?

Komentar (8)
Urban Policy Nerd (Pecandu Kebijakan Perkotaan)
This isn’t just a glitch—it’s a design flaw. Automated systems need human oversight, especially when fines are involved. The fact that a false positive goes straight to $30 revenue before anyone checks is a policy failure, not a tech one.

Ini bukan sekadar error—tapi cacat desain. Sistem otomatis butuh pengawasan manusia, terutama saat berkaitan dengan denda. Fakta bahwa kesalahan langsung menjadi pemasukan $30 tanpa verifikasi adalah kegagalan kebijakan, bukan teknologi.

Taxpayer from Troy Hill (Warga Biasa dari Troy Hill)
Of course they're not refunding you. The whole point is to collect, not correct.

Tentu saja mereka tidak mau mengembalikan. Tujuannya memang mengumpulkan, bukan memperbaiki.

Former Parking Officer (Mantan Petugas Parkir)
Been saying this for years. These new camera systems generate more false tickets than actual violations. But since they’re outsourced to private contractors, there’s zero accountability. No one gets fired. The city gets revenue. The contractor gets paid. The public gets screwed.

Sudah bilang ini bertahun-tahun. Sistem kamera baru ini justru membuat lebih banyak denda salah daripada pelanggaran nyata. Tapi karena diserahkan ke kontraktor swasta, tidak ada pertanggungjawaban. Tidak ada yang dipecat. Kota dapat uang. Kontraktor dibayar. Publik yang kena tipu.

Optimist in Oakland (Orang Optimis dari Oakland)
At least the judge dismissed it. Could’ve been worse. But yeah, they need audits and transparency. And maybe stop treating citizens like ATMs.

Setidaknya hakim membatalkannya. Bisa jadi lebih buruk. Tapi iya, mereka butuh audit dan transparansi. Dan mungkin berhenti memperlakukan warga seperti mesin ATM.

Digital Rights Watchdog (Pengawas Hak Digital)
Welcome to algorithmic injustice. We’re handing over life-impacting decisions to half-trained AI with no appeal process. This is how dystopias get built: quietly, one $30 ticket at a time.

Selamat datang di ketidakadilan algoritmik. Kita menyerahkan keputusan yang mengubah hidup ke AI setengah paham tanpa proses banding. Beginilah dystopia dibangun: diam-diam, satu denda $30 per satu waktu.

Skeptical Software Dev (Programmer yang Skeptis)
So the camera system misreads plates after a turn? Classic computer vision bug. Object recognition fails at angles. And no one tested edge cases? This isn't AI, it's auto-exploitation.

Jadi sistem kamera salah baca plat setelah belok? Bug klasik penglihatan komputer. Pengenalan objek gagal di sudut sempit. Dan tidak ada yang uji kasus ekstrem? Ini bukan AI, ini eksploitasi otomatis.

Legal Eagle Mom (Ibu yang Paham Hukum)
She documented everything. Took time off. Went to court. Won. But still denied reimbursement. Imagine if she hadn’t had the resources? Most people just pay and stay silent. That’s how broken systems survive.

Dia mendokumentasikan semuanya. Cuti kerja. Datang ke pengadilan. Menang. Tapi tetap ditolak ganti rugi. Bayangkan kalau dia tidak punya sumber daya? Kebanyakan orang langsung bayar dan diam. Beginilah cara sistem yang rusak terus bertahan.

Pittsburgh Driver (Pengemudi Pittsburgh)
I got a similar ticket last month. Didn’t even bother appealing. $30 wasn’t worth my mental health. They’ve already won.

Saya dapat denda serupa bulan lalu. Tidak repot-repot banding. $30 itu tidak sebanding dengan kesehatan mental saya. Mereka sudah menang.