Tarantino Just Dropped His 21st Century Top 10 — And He Thinks Paul Dano Is 'Weak Sauce'?
Tarantino Baru Saja Rilis 10 Besar Film Abad 21 — Dan Katanya Paul Dano Itu 'Lemah Banget'?

Kalau seorang sutradara sekelas Tarantino dengan terang-terangan menyebut Paul Dano ‘lemah banget’ dan bilang Austin Butler lebih cocok untuk peran yang usianya 15 tahun lebih muda, ya sudah, kita tahu ini kancah kacau. Tapi jujur? Gue hormat. Setidaknya dia nggak berpura-pura bahwa selera film itu sesuatu yang objektif.
Lagi pula: 'Toy Story 3' di atas 'There Will Be Blood'? Seseorang yang menyebut film Pixar 'nyaris sempurna' sambil menghina salah satu akting paling dihormati dalam perfilman modern itu bisa jadi jenius atau troll. Dan jujur, gue nggak bisa menyingkirkan kemungkinan keduanya.
Mengabaikan Paul Dano hanya karena dia 'nggak bawa energi' benar-benar melewatkan inti dari keterasingan Daniel Plainview. Paul yang diperankan Dano memang harus tertekan, kaku, dan tragis. Ini bukan akting lemah — ini kontras yang pas banget.
Jujur, gue cuma datang buat komentarnya soal 'Lost in Translation itu film cewek banget'. Tarantino bilang film Coppola 'imut banget kayak film cewek' mungkin hal paling 'non-binary' yang pernah dia katakan — dari sutradara yang dulu bilang dia ‘benci banci’.
Dia bilang 'Unstoppable' film monster karena keretanya jadi monster? Bro, setiap penjahat film aksi itu metafora. Itu bukan wawasan — itu cuma nonton trailernya dari belakang.
Gue suka dia nilai 'Toy Story 3' tinggi banget. Adegan perpisahan terakhir itu? Gue nggak peduli lo sekeras apa — kalau itu nggak bikin lo nangis, lo belum pernah sayang sama mainan.
Orang yang dulu memuji 'Kill Bill' sebagai penghormatan terhadap film eksploitasi kini bilang 'Black Hawk Down' mencapai level 'Apocalypse Now' dari segi tujuan. Itu bukan pendapat kontroversial — itu sudah skripsi penuh tentang film perang.
Yang gue tahu cuma 'Shaun of the Dead' masuk daftar dan nggak jadi nomor 1. Gue merasa secara pribadi jadi korban.
Fakta bahwa Tarantino awalnya nggak suka 'Zodiac' tapi sekarang sebut itu 'karya luar biasa yang memukau' bikin gue punya harapan. Siapa tahu gue akhirnya ngerti 'The Tree of Life' setelah nonton ketujuh kalinya.