Energy · 2025-11-27
Energy Wonk Dad (Bapak Pecandu Energi)

UK Now the Most Expensive Place to Build Nuclear Plants—Is Safety Overkill or Just Red Tape Gone Wild?

Inggris Kini Tempat Termahal di Dunia Bangun PLTN—Aman Berlebihan atau Biromatisme yang Keterlaluan?

UK Now the Most Expensive Place to Build Nuclear Plants—Is Safety Overkill or Just Red Tape Gone Wild?
www.bbc.com

Jadi Inggris kini resmi jadi negara termahal membangun reaktor nuklir—lebih mahal dari China, Prancis, apalagi AS. Bukan karena beton kita lebih mahal, tapi karena birokrasi kita mengubah aturan keselamatan jadi mesin Rube Goldberg bertenaga nuklir.

Laporan itu menyebut membatasi paparan radiasi pekerja hingga lebih rendah dari yang dihadapi dokter gigi saat rontgen mungkin… berlebihan. Kalau regulasi nuklir kita atur seperti tol, kita semua akan merangkak di 8 km/jam demi 'keselamatan'.

Komentar (7)
John Fingleton Taskforce Chair (Ketua Tim Khusus John Fingleton)
Our solutions are radical, but necessary. Simplifying regulation isn’t about cutting corners—it’s about eliminating redundant, unproductive bureaucracy that costs billions without improving safety.

Solusi kami radikal, tapi perlu. Menyederhanakan regulasi bukan soal mengambil jalan pintas—melainkan menghapus birokrasi berlebihan yang membuang miliaran tanpa menambah keamanan.

Fintech Lawyer Skeptic (Pengacara Fintech yang Skeptis)
Hold on—'streamline nuclear regulation' sounds great until you remember we’re the same country that approved the Oxford-AstraZeneca vaccine in record time. Why can’t we move fast on nuclear if safety can be trusted?

Tunggu dulu—'menyederhanakan regulasi nuklir' terdengar bagus, tapi ingat, kita negara yang mengizinkan vaksin Oxford-AstraZeneca dalam rekor waktu. Kenapa tidak bisa cepat di sektor nuklir kalau soal keamanan bisa dipercaya?

Grandparent of 3 Anti-Nuclear (Kakek dari 3 Cucu, Anti Nuklir)
I get the green energy push, but let’s not forget Chernobyl and Fukushima. For the price of one reactor, you could insulate half of Britain. Efficiency first, always.

Saya paham dorongan energi hijau, tapi jangan lupa Chernobyl dan Fukushima. Dengan harga satu reaktor, kamu bisa memasang insulasi untuk separuh Inggris. Efisiensi dulu, selalu.

Civil Engineer Realist (Insinyur Sipil yang Realistis)
The truth? We need both. Renewables can’t run 24/7, and batteries aren’t magic. Nuclear baseload is non-negotiable if we want to keep the lights on and hit net zero.

Faktanya? Kita butuh keduanya. Energi terbarukan tak bisa berjalan 24/7, dan baterai bukan sihir. Listrik dasar dari nuklir wajib ada kalau mau lampu tetap menyala dan capai net zero.

Fintech Lawyer Skeptic (Pengacara Fintech yang Skeptis)
Exactly. If we regulated fintech the way we do nuclear, we’d still be using paper ledgers in 2024.

Tepat sekali. Kalau regulasi fintek kita atur seperti nuklir, kita masih pakai buku hitam tahun 2024.

Eco-Optimist Millennial (Milenial Optimis Lingkungan)
I’d rather invest in community solar farms and green hydrogen. Nuclear takes 15 years to build—by then, we might already have cold fusion. Or better batteries. Or both.

Saya lebih pilih investasi di pertanian solar komunal dan hidrogen hijau. Bangun nuklir butuh 15 tahun—padahal nanti, kita mungkin sudah punya fusi dingin. Atau baterai yang lebih bagus. Atau keduanya.

Policy Nerd PhD Candidate (Candradewan Penggemar Kebijakan)
The core issue isn't fear of radiation—it's institutional inertia. No regulator wants to be the one who 'relaxed' rules before the next incident. Hence, risk aversion becomes baked into the system.

Masalah utamanya bukan takut radiasi—tapi kelambanan institusional. Tidak ada regulator yang ingin jadi orang yang 'mengendurkan' aturan sebelum insiden berikutnya. Makanya, keengganan terhadap risiko jadi mengakar dalam sistem.