Is Your Power Company Looting You? 70% of US Utilities Are Profit-Driven — Time for a Public Takeover?
Apa Perusahaan Listrikmu Sedang Menjarahmu? 70% PLN Swasta di AS Hanya Cari Untung — Waktunya Alih Kelola Publik?

www.marketplace.org
Some cities are fighting back by trying to publicly buy out these utilities. The idea? Redirect profits back into infrastructure, lower rates, and cut out the middlemen who just want dividends. But expect a fierce lobby fight — profits this juicy won’t vanish quietly.
Beberapa kota melawan dengan mengusahakan pembelian publik terhadap PLN ini. Idennya? Mengalirkan kembali keuntungan ke infrastruktur, menurunkan tarif, dan menghilangkan perantara yang hanya mau dividen. Tapi bersiaplah untuk pertarungan lobi yang sengit — laba sebesar ini tidak akan menghilang begitu saja.
Kami sedang membuat inisiatif unduhan untuk membeli PLN lokal. Tantangan terbesar? Memprediksi kenaikan tarif di masa depan untuk membenarkan biaya alih kelola. Tapi argumen moralnya jelas: listrik tidak boleh jadi alat ekstraksi kekayaan.
Mari redakan retorika sosialisnya. PLN milik publik juga bisa kurang berinvestasi. Insetif apa yang mendorong inovasi jika tidak ada motif laba? Saya pernah lihat sistem kota yang lebih sering mati lampu dan biaya pemeliharaannya lebih tinggi.
Kenapa harus menunggu sistem berubah? Saya beralih ke tenaga surya sepenuhnya tahun lalu. Menghabiskan $18.000, tapi saya bebas. Tidak ada tagihan lagi, tidak ada protes. Ini bukan cuma soal lingkungan — tapi juga kebebasan pribadi.
Tidak semua orang mampu bayar $18.000 untuk panel surya. Bagi rumah tangga berpenghasilan rendah, kenaikan tarif adalah ancaman terhadap kelangsungan hidup. Kepemilikan publik bukan mimpi utopia — ini soal keadilan dasar. Saat pemanas rumahmu dimatikan, kamu tidak peduli dengan nilai sahamnya.
Persaingan, bukan kepemilikan publik, yang jadi solusi. Lihat Texas — pasar yang dilegalkan, tarif terendah. Biarkan sepuluh perusahaan berebut pelanggan, bukan satu birokrasi gemuk yang monopoli.
Lucu bagaimana tidak ada yang menyebut Tennessee Valley Authority. Dibuat saat Depresi, masih jadi salah satu penyedia listrik termurah dan paling andal di AS. Pilihan publik pernah berhasil. Kenapa tidak coba lagi?
Masa depan bukan soal publik vs swasta. Tapi desentralisasi. Bayangkan setiap atap jadi jaringan mikro. Tagihan berbasis blockchain, penyeimbang beban berbasis AI. Jaringan masa depan adalah peer-to-peer.
Semua ini terdengar bagus, tapi biaya transaksi? Celah regulasi? Risiko siber di jaringan tersebar? Solusi teknologi jarang bertumbuh tanpa pengawasan publik. Inovasi tanpa pengawasan hanya ciptakan monopoli baru.