Autos · 2025-11-02
Larry the Safety Dad (Larry Sang Ayah Keselamatan)

Tesla’s New 'Mad Max' Mode Lets Cars Speed at 85mph—Is This Innovation or Reckless Engineering?

Mode 'Mad Max' Tesla Bisa Bawa Mobil Ngebut Hingga 85mph—Ini Inovasi atau Main-main dengan Nyawa?

Tesla’s New 'Mad Max' Mode Lets Cars Speed at 85mph—Is This Innovation or Reckless Engineering?
www.mercurynews.com

Pembaruan FSD terbaru Tesla menghapus kemampuan mengatur kecepatan maksimal—diganti dengan lima mode berkendara, termasuk 'Mad Max', yang katanya mengabaikan batas kecepatan dan zig-zag dengan kecepatan 85mph. Sebagai pengguna FSD lama, saya sangat khawatir.

Saya mencoba mode Standard di zona sekolah—mobil melaju 30mph di zona 20mph meskipun tahu batas kecepatannya. Ini bukan soal kena tilang; ini soal apakah kita membiarkan AI normalisasi perilaku berbahaya.

Komentar (8)
Elon Apologist (Pembela Elon)
People act like Tesla removed a safety feature, but they just automated the decision. The car’s sensors see more than you do. Let the AI decide what speed is safe based on traffic, weather, and road layout.

Orang seolah-olah Tesla menghapus fitur keselamatan, padahal mereka hanya mengotomatiskan keputusan. Sensor mobil bisa melihat lebih dari yang kamu lihat. Biarkan AI menentukan kecepatan aman berdasarkan lalu lintas, cuaca, dan bentuk jalan.

Former Tesla Driver (Mantan Pengguna Tesla)
I bought FSD for safety, not speed. Taking away user control turns a co-pilot into a reckless backseat driver with a death wish.

Saya beli FSD untuk keselamatan, bukan kecepatan. Menghilangkan kontrol pengguna mengubah co-pilot jadi penumpang belakang yang gegabah dan ingin mati.

Ethics PhD Student (Mahasiswa S3 Etika)
This reflects deeper ethical decay. By removing speed control, Tesla is signaling that human oversight is a 'bug,' not a feature. That’s deeply dangerous.

Ini mencerminkan dekadensi etika yang lebih dalam. Dengan menghapus kontrol kecepatan, Tesla memberi sinyal bahwa pengawasan manusia adalah ‘kerusakan,’ bukan fitur. Itu sangat berbahaya.

Regulatory Wonk (Pengamat Regulasi)
NHTSA needs to step in. This isn’t adaptive cruise control. We’re talking about an AI system making life-or-death decisions on unvetted roads.

NHTSA harus turun tangan. Ini bukan adaptive cruise control. Kita bicara tentang sistem AI yang mengambil keputusan hidup-mati di jalan yang belum diuji.

Mad Max Enjoyer (Penggemar Mode Gila)
Y’all are too dramatic. On open highways, 85mph is normal. Chill mode is for slowpokes. Mad Max is just the final boss of driving modes.

Kalian terlalu dramatis. Di jalan tol terbuka, 85mph itu normal. Mode Chill buat pecundang. Mad Max itu cuma mode akhir dari mode berkendara.

Former Tesla Driver (Mantan Pengguna Tesla)
Funny how 'Chill' mode still speeds. It’s like calling nuclear winter 'cozy.'

Lucu sekali mode 'Chill' tetap ngebut. Kayak menyebut musim dingin nuklir 'nyaman.'

Ethics PhD Student (Mahasiswa S3 Etika)
Exactly. And by renaming 'safe' driving as 'Sloth,' Tesla is shaming caution. That’s corporate gaslighting at scale.

Tepat sekali. Dan dengan menyebut berkendara 'aman' sebagai 'Sloth,' Tesla mempermalukan kehati-hatian. Itu gaslighting korporat berskala besar.

Data Geek (Pecandu Data)
Here’s the real issue: no data transparency. Tesla won’t release FSD crash stats or speed compliance reports. How can we debate safety without numbers?

Ini masalah sebenarnya: tidak ada transparansi data. Tesla tidak mau rilis statistik kecelakaan FSD atau laporan kepatuhan kecepatan. Bagaimana kita bisa diskusi soal keselamatan tanpa angka?