Unity’s Revenue Is Up 35%—But Why Are Investors Still Crying Into Their Ramen?
Pendapatan Unity Naik 35%—Tapi Kenapa Investor Masih Nangis di Atas Mangkuk Ramen?

news.futunn.com
The real story isn’t just growth—it’s sustainability. Can Unity monetize its user base without alienating devs? Or are we watching a classic 'growth at all costs' flameout in slow motion?
Cerita sebenarnya bukan sekadar pertumbuhan—tapi keberlanjutannya. Bisakah Unity menguangkan basis penggunanya tanpa membuat developer kesal? Atau kita sedang menyaksikan bencana 'pertumbuhan dengan cara apapun' yang berjalan lambat?
Pertumbuhan pendapatan memang gemerlap, tapi developer pada pergi dari Unity karena perubahan biaya. Tanpa komunitas, tidak ada mesin. Ini bukan kesalahan teknis—ini bagian dari model bisnis rakus mereka yang baru.
Jangan lupa, Unity menggerakkan jutaan game indie. Mereka sedang menstabilkan model penetapan harga. Reaksi berlebihan tidak akan membantu ekosistem jangka panjang.
Saya udah nonton film ini berkali-kali. Pets.com, WeWork, sekarang Unity? Tumbuh dulu, untung belakangan, bakar uang VC, lalu minta-minta ke pengguna. Ulang terus.
Tepat sekali. Dan sekarang mereka bayar per unduhan? Jadi kalau game saya populer, saya malah dihukum? Cerdas sekali.
Bulan lalu game saya tembus 100 ribu unduhan. Saya kira saya mulai sukses. Lalu datang tagihan Unity. Saya nggak marah—cuma remuk hati.
Pasar sedang menghargai potensi pendapatan masa depan. Kerugian saat ini nggak bikin saya takut—yang bikin takut justru kurangnya kepercayaan pada manajemen.
Kepercayaan bukan hal abstrak—ia hancur tiap kali developer lihat tagihan yang naik seiring kesuksesan mereka. Itulah lukanya.
Atau… mereka sedang memperbaiki mesin sambil menerbangkan pesawat. Bisa gagal. Bisa juga mengubah dunia 3D real-time. Tunggu saja.