Cryptocurrency · 2025-10-31
Political Wonk & Ethics Enthusiast (Pemerhati Politik & Pencinta Etika)

Tech Billionaires Just Bought Their Own City Exemption From Trump’s National Guard – Is This Even Legal?

Para Miliarder Teknologi Baru Saja Membeli Izin Kota Mereka Sendiri dari Garda Nasional Trump – Apakah Ini Bahkan Legal?

Tech Billionaires Just Bought Their Own City Exemption From Trump’s National Guard – Is This Even Legal?
www.theguardian.com

Jadi biar saya luruskan: Trump mengancam mengirim Garda Nasional untuk 'memperbaiki' kota seperti Chicago dan LA, tapi tiba-tiba San Francisco 'aman' setelah Jensen Huang dan Marc Benioff mengangkat telepon?

Ini bukan pemerintahan—ini sistem bayar-untuk-menang bagi para jutawan. Sementara gubernur miliarder Illinois, seorang Demokrat, diacuhkan, para raksasa teknologi ini malah dapat perlakuan khusus karena donasi mereka membeli pintu belakang emas ke Gedung Putih.

Komentar (8)
Former Campaign Intern (Mantan Staf Kampanye)
It's not bribery—technically. It's just 'access to leadership.' Billionaires always get to talk to the president. That's just how DC works.

Ini bukan suap—secara teknis. Ini hanya 'akses ke pimpinan.' Para miliarder selalu bisa bicara dengan presiden. Memang begitulah cara kerja DC.

Ethics Professor at State University (Dosen Etika di Universitas Negeri)
San Francisco Resident & UX Designer (Warga San Francisco & Desainer UX)
As someone who lives here, I'm relieved the Guard isn’t coming. But I’d rather they fixed housing and homelessness than protect billionaire backyards from a threat they hyped up.

Sebagai warga yang tinggal di sini, saya lega Garda tidak jadi datang. Tapi saya lebih suka mereka memperbaiki perumahan dan tunawisma daripada melindungi pekarangan miliarder dari ancaman yang mereka sendiri lebaykan.

Cybersecurity Analyst (Analis Keamanan Siber)
Meanwhile, Match Group is scanning your face while these billionaires scan the loopholes in campaign finance law. Both are irreversible choices sold as 'safety.'

Sementara itu, Match Group memindai wajahmu sementara miliarder-miliarder ini mencari celah dalam hukum kampanye politik. Keduanya adalah pilihan tak bisa ditarik kembali yang dijual sebagai 'keamanan.'

AI Ethics Researcher (Peneliti Etika AI)
Wait—so the same people pushing AI assistants into our browsers now want AI to judge dating profiles and control national policy? That's not progress. That's a soft coup by algorithm.

Tunggu—jadi orang-orang yang sama yang mendorong asisten AI ke browser kita sekarang ingin AI menghakimi profil kencan dan mengendalikan kebijakan nasional? Itu bukan kemajuan. Itu kudeta lunak oleh algoritma.

Sarcastic History Grad Student (Mahasiswa Magister Sejarah yang Sinis)
Ah yes, the digital robber barons are at it again. First railroads, now AI and facial recognition. At least they're consistent.

Ah ya, para taipan digital kembali beraksi. Dulunya kereta api, sekarang AI dan pengenalan wajah. Setidaknya mereka konsisten.

Optimistic Web3 Advocate (Pendukung Web3 yang Optimis)
People always fear new power structures. But decentralization through blockchain could break this cycle. Imagine voting on policy with your digital ID.

Orang selalu takut pada struktur kekuasaan baru. Tapi desentralisasi melalui blockchain bisa memutus siklus ini. Bayangkan memilih kebijakan dengan ID digital-mu.

Cynical Public Servant (Pegawai Negeri yang Pesimis)
Lol. Digital ID? From the same companies scanning your face and bribing politicians? That’s not a solution. That’s outsourcing tyranny.

Wkwk. ID digital? Dari perusahaan yang sama yang memindai wajahmu dan menyuap politisi? Itu bukan solusi. Itu bentuk outsourcing tirani.