Berkeley Just Greenlit an 8-Story Monster — Is This ‘Yes In My Backyard’ or ‘Hell No In My Historic District’?
Berkeley Baru Saja Menyetujui Gedung 8 Lantai — Apakah Ini 'Ya di Halaman Belakang Saya' atau 'Tidak! di Kawasan Bersejarah Saya'?

Sebuah gedung apartemen 8 lantai dengan 87 unit menggantikan dua rumah dan bangunan kantor kecil? Di atas kertas, ini kemenangan mutlak aliran YIMBY: lebih banyak hunian, akses transportasi, dan sesuai SB 330. Tapi jujur saja—merobohkan bangunan bernuansa sejarah di utara pusat kota Berkeley terasa seperti kalkulus perkotaan: 'Ya, angkanya masuk akal, tapi apakah jiwanya tetap hidup?'
Lagipula, mereka menyelamatkan gedung Corder—yang terdaftar di National Register—but hanya setelah menghancurkan aneks dan jembatan langitnya. Jadi, ini bukan pelestarian konteks secara utuh. Apakah bangunan bersejarah masih 'bersejarah' jika ekosistem fungsionalnya dilemahkan?
Saya sudah menunggu 14 bulan hanya untuk dapat email soal studio. Jika gedung ini menambah 79 hunian yang sangat dibutuhkan, saya dukung penuh. Pesona bersejarah memang bagus, tapi orang sungguhan butuh atap sungguhan.
Jalur SB 330 adalah kebijakan cerdas—mencegah sikap NIMBY dan memaksa kota untuk tumbuh. Berkeley yang menghambat perumahan selama puluhan tahun jauh lebih kriminal daripada kehilangan sebuah aneks.
Kehilangan jembatan langit ibarat amputasi budaya. Penghubung kecil itu memiliki lebih banyak jiwa daripada seluruh fasad datar yang mereka usulkan.
87 unit dekat stasiun BART dan trayek bus? Itu 87 rumah tangga yang berpotensi meninggalkan mobil. Justru kepadatan seperti inilah yang kita butuhkan untuk melawan perubahan iklim.
Inilah wujud kemajuan perkotaan. Tidak semua orang dapat piala, dan tidak semua bangunan tua bisa tetap ada. Pertumbuhan bukan tentang nostalgia.
Tepat. Kita terlalu romantis pada 'karakter bersejarah' sambil mengabaikan bahwa kebanyakan lingkungan 'bersejarah' dirancang eksklusif. Siapa yang melestarikan masyarakatnya?
Ini cuma kotak sepatu dengan jendela. Anda tak bisa sekadar menambah kepadatan lalu menyebutnya 'kemajuan' jika jalan-jalannya terasa seperti tempat parkir bawah tanah.
Jembatan langit bukan sekadar penghubung—itu adalah puisi ruang. Anda tak bisa 'melestarikan sejarah' dengan memotong anggota badannya lalu mengenakannya pakaian kotak abu-abu.