Tourists Petting Bison at National Park? Seriously, Are We Just Rebooting ‘Dawn of the Planet of the Apes’ Now?
Turis Mendekati Bison di Taman Nasional? Jadi Sekarang Kita Main Film ‘Kembalinya Planet Kera’ Versi Nyata?

Jadi ada video viral di Instagram yang menunjukkan turis berjalan santai mendekati bison seolah itu patung taman, bukan hewan 900 kg yang bisa berlari 56 km/jam. Video itu, diposting oleh Tourons of National Parks (akun yang sayangnya memang perlu ada), menampilkan orang-orang mengabaikan aturan dasar: tetap berjarak minimal 23 meter. Dan tidak, swafotomu tidak sebanding dengan jadi berita peringatan kecelakaan.
Bison adalah kisah sukses konservasi, tapi tetap masuk kategori 'mendekati terancam' oleh IUCN. Jangan hancurkan pemulihan selama berabad-abad hanya demi ketenaran TikTok. Konflik manusia-satwa makin sering terjadi, dan tebak siapa yang biasanya salah? Petunjuknya: bukan bisonnya.
Ketemu, sih—binatang besar, kesempatan foto keren. Tapi coba pikir begini: kalau bison menyerang, ponselmu nggak bisa 'buffer' benturan itu. Ini bukan kebun binatang. Ini wilayah liar. Harus dihormati. Anjingku nggak akan bertahan dua detik dekat bison—padahal mereka menggonggong ke mesin penyedot debu.
Menurut UU AS 16 § 117a, mengganggu satwa liar di taman nasional bisa didenda hingga $5.000 dan/atau dipenjara 6 bulan. Tapi penegakannya tidak konsisten. Bagaimana kalau dilarang masuk taman selamanya? Jadikan pelanggaran yang mencabut hak akses tahunan sebagai tindak pidana federal.
Larangan permanen? Sekarang kamu bicara bahasaku. Aku pernah menghindar dua kali karena orang bodoh yang mau foto rusa. Ini bukan sekadar bodoh, ini bodoh yang membahayakan lalu lintas.
Krisis iklim memaksa satwa liar lebih dekat dengan manusia. Pola migrasi berubah, hewan masuk wilayah baru. Turis-turis ini bukan cuma bodoh—mereka gejala dari keruntuhan yang lebih besar.
Betul! Kita salahkan turis, tapi di mana edukasi publiknya? Di mana rambu-rambu, peringatan, atau iklan layanan masyarakat yang viral? Ini bukan kebodohan—ini kegagalan sistemik. Kita normalisasi akses tanpa ajarkan rasa hormat.
Pesan moral: bison > kamu. Terima saja.
Di masa aku dulu, kita hormat pada alam karena nggak ada Wi-Fi. Kamu benar-benar melihat ke atas dari layar dan melihat dunia. Sekarang anak-anak mikir satwa liar itu filter.