Is Colorado’s Wolf Reintroduction Program a Conservation Win or Political Circus?
Apakah Program Reintroduksi Serigala di Colorado Sukses Pelestarian atau Sirkus Politik?

Adding fuel to the fire: Murphy Robinson, a wildlife commissioner, stepped down days later, citing conflict of interest. But insiders say the real rot is deeper—transparency issues, political meddling, and a public trust that’s been hunted to near extinction.
Program reintroduksi serigala di Colorado, yang dipuji sebagian orang sebagai langkah ekologis berani, kini kehilangan kredibilitas lebih cepat daripada kejaran serigala di atas tundra beku. Kepergian mendadak Direktur Jeff Davis—secara resmi disebut pengunduran diri, padahal sebenarnya diberhentikan lewat kesepakatan—telah menciptakan bayangan gelap atas seluruh inisiatif.
Tambahan bahan bakar api: Murphy Robinson, seorang komisioner satwa liar, mundur beberapa hari kemudian dengan alasan konflik kepentingan. Tapi para pelaku dalam menyatakan akar masalahnya jauh lebih dalam—ada isu transparansi, campur tangan politik, dan kepercayaan publik yang nyaris punah akibat diburu terus-menerus.
Mari kita jujur. Serigala dilepaskan terlalu cepat, tanpa cukup alat nonmematikan yang disiapkan. Sekarang para peternak yang membayar harganya—baik dari aset ternak maupun kesehatan mental. Saya kehilangan 3 sapi bulan lalu. Negara menawarkan kompensasi, tapi itu tak mengganti malam-malam tanpa tidur atau trauma yang dirasakan.
Kita memilih keberadaan serigala lewat pemungutan suara. Prop 114 lolos. Sudah waktunya berhenti menganggap peternak sebagai satu-satunya pihak yang berkepentingan. Ekosistem tak dijalankan untuk keuntungan. Sudut pandang 'kesehatan mental' itu nyata, tapi begitu pula trauma melihat keanekaragaman hayati runtuh. Utamakan hidup berdampingan.
Faktanya? Davis tidak dipecat karena gagal menjalankan program serigala. Dia dipecat karena gagal mengontrol citra publik. Ini bukan soal serigala. Ini soal manajemen citra politik.
Gubernur dan suaminya pasti terlibat. Reis sampai diblokir dari akun IG-nya sendiri karena debat soal serigala? Ayo deh. Itu bukan sikap melepaskan kendali. Itu pengawasan detil dari ruang tamu rumah.
Lembaganya sudah rusak. Ahli biologi hebat, staf yang semangatnya hancur. Tekanan politik dari atas, mandat yang saling bertentangan dari bawah. Davis bukan yang gagal terhadap programnya. Sistem inilah yang gagal terhadap dirinya.
Tepat sekali. Berhenti mencari kambing hitam dari ilmuwan yang berusaha melakukan hal yang benar. Ini soal akuntabilitas dari atas, bukan dari tengah.
Semua menyalahkan 'tekanan politik' tapi bukti utamanya di mana? Tidak ada email, tidak ada catatan, hanya spekulasi. Sampai ada bukti, ini hanyalah teori konspirasi yang dibungkus isyarat kebajikan ala pecinta alam.
Sejujurnya? Saya tak peduli soal serigala atau peternak. Saat uang pajak saya digunakan untuk kesepakatan rahasia dan perbaikan citra, itu urusan saya juga.