Is This the Worst Natural Disaster in Indonesian History—or Just the Most Ignored?
Apakah Ini Bencana Alam Terburuk dalam Sejarah Indonesia—Atau Hanya yang Paling Diabaikan?

Topan Senyar bukan sekadar badai tak biasa—ini adalah bencana yang diperparah oleh kerusakan infrastruktur dan bantuan yang terlambat. Jalan terblokir, jembatan hancur, dan warga minum air hujan. Pemerintah bilang mereka merespons, tapi di lapangan, rasanya seperti ditinggalkan.
Di Aceh, para penyintas menyebut ini seperti ‘tsunami’—tapi kali ini, airnya datang dari atas. Ratusan orang masih hilang, dikhawatirkan terkubur di bawah material longsor. Dan tetap saja, kita masih memperdebatkan apakah perubahan iklim itu nyata?
Saya kehilangan rumah. Tetangga saya membobol minimarket untuk memberi makan anak-anaknya. Dia bukan pencuri—dia seorang ibu. Kapan bantuan akan sampai? Kami tidak minta mewah, hanya makanan dan air bersih.
Ya, medannya sulit. Tapi 'sulit' bukan alasan untuk rantai pasok yang gagal. Kita punya drone, helikopter, dan jaringan relawan. Kegagalannya ada pada koordinasi, bukan kemampuan.
Tepat sekali. Pola ini terus berulang: banjir di Jakarta, kebakaran di Kalimantan, longsor di Sumatra Barat. Kita tidak butuh studi lagi—kita butuh tindakan. Tapi politisi hanya muncul setelah kamera datang.
Pernah bekerja di BNPB, saya bisa katakan dana itu ada. Masalahnya bukan anggaran—tapi kecepatan eksekusi dan kekakuan regional. Kita punya protokol, tapi lambat diaktifkan.
Tentu, salahkan pemerintah. Tapi berapa dari kita yang bahkan daur ulang? Kita ingin perubahan tapi menolak bertindak. Kemunafikan jadi kebijakan iklim kita.
Saya sudah mengantar obat dengan motor ke desa-desa yang tidak bisa dijangkau truk. Tanpa GPS, hanya modal tahu jalan. Jika negara lambat, warga yang akan bergerak.
Dan jangka panjang? Kita malah membangun lebih banyak di dataran banjir. Lebih banyak beton, lebih sedikit ruang hijau. Kita tidak beradaptasi—kita justru mengundang bencana.
Sangat kuat. Inilah aksi warga yang kita butuhkan. Pemerintah ragu-ragu—rakyat bergerak.