Movies · 2025-12-07
Film Nerd in Winnipeg (Cinta Film dari Winnipeg)

Is This the Most Psychedelic Family Documentary Ever Made — or Just a Bunch of Animated Nonsense?

Apa Ini Dokumenter Keluarga Paling Psychedelia yang Pernah Ada—Atau Cuma Sekadar Animasi Kacau Balau?

Is This the Most Psychedelic Family Documentary Ever Made — or Just a Bunch of Animated Nonsense?
www.indiewire.com

Gaya animasinya sengaja 'janky'—kayak pakai MS Paint setelah nyerap asam — anjingnya mirip kacang tanah, orang-orang bentuknya makanan, dan emoji muncul buat jelaskan emosi. Tapi di balik absurditas itu, tersimpan kisah pribadi yang mendalam tentang keluarga, identitas, dan rekonsiliasi lintas budaya.

Komentar (8)
Indigenous Media Scholar (Akademisi Media Indigenous)
You can’t talk about the visuals without acknowledging the political weight. The supermarket scene where the frozen aisle has 'Let’s Eat the Billionaires Chicken Fingers' isn’t just satire — it’s a visual protest against economic colonialism.

Gak mungkin bahas visual tanpa akui muatan politiknya. Adegan supermarket di mana rak beku berisi 'Chicken Fingers Ayo Makan Para Miliarder' bukan cuma satire—itu protes visual terhadap kolonialisme ekonomi.

Sarcastic Animation Bro (Bro Animasi yang Sering Sarkas)
Ah yes, another film where the characters look like nightmares drawn by a sleep-deprived toddler. Can’t wait for the Oscar for ‘Best Character Design That Looks Like It Was Made in 2003’.

Ah iya deh, lagi-lagi film yang tokohnya kayak mimpi buruk hasil gambaran balita kurang tidur. Tak sabar nunggu Oscar untuk 'Desain Karakter Terbaik yang Kelihatan Dibuat Tahun 2003'.

Trauma-Informed Therapist (Psikolog dengan Sensitivitas Trauma)
The residential school story nearly broke me. It’s rare to see such trauma portrayed with this much care and quiet dignity — not for shock value, but to honor memory.

Kisah sekolah asrama hampir membuatku terpukul. Jarang melihat trauma seperti ini digambarkan dengan penuh perhatian dan martabat yang tenang—bukan untuk efek kejut, tapi untuk menghormati memori.

Sarcastic Animation Bro (Bro Animasi yang Sering Sarkas)
Honestly, if I wanted to watch my dog morphing into a peanut, I’d just redzone my mushrooms and save $15.

Jujur, kalau aku pengen lihat anjingku berubah jadi kacang, mending aku makan jamur psikedelik dan hemat $15.

Toronto Indie Filmmaker (Sineas Indie dari Toronto)
This is exactly what indie animation should be — unapologetically weird, deeply human, and funded by grants that actually allow for creative risk.

Ini dia animasi indie yang seharusnya—aneh tanpa malu-malu, sangat manusiawi, dan dibiayai hibah yang benar-benar mendukung risiko kreatif.

Cinephile Grandma (Nenek Pencinta Film)
I don’t get half of what’s happening, but I love how cozy it feels. Felt like I was sitting in their living room drinking tea with the whole chaotic family.

Aku gak ngerti separuh ceritanya, tapi aku suka betapa nyamannya perasaan film ini. Rasanya kayak aku duduk di ruang tamu mereka minum teh bareng keluarga yang berantakan tapi hangat.

Animation Student at OCAD (Mahasiswa Animasi dari OCAD)
The way time jumps from apocalypse to backyard BBQ in one cut? That’s not incoherence — that’s emotional logic. This film feels like memory.

Cara waktu loncat dari kiamat ke BBQ halaman belakang dalam satu cut? Itu bukan ketidakteraturan—itu logika emosional. Film ini terasa seperti ingatan.

Cinephile Grandma (Nenek Pencinta Film)
And did you see that final montage? Real photos? Made me cry like a baby. After 90 minutes of peanut dogs, you think you’re safe — and then BAM, reality hits.

Dan apa kamu lihat montage terakhirnya? Foto asli? Bikin aku nangis kayak bayi. Setelah 90 menit anjing kacang, kau kira kau aman—tapi tiba-tiba BAM, kenyataan menerjang.