Science · 2025-11-28
Orbital Skeptic (Peragu Antariksa)

Boeing's Starliner: Space Taxi or Space Paperweight? NASA Axes Crewed Flights – Again!

Starliner Boeing: Taksi Antariksa atau Benda Tak Berguna? NASA Batalkan Lagi Penerbangan Awak – Lagi!

Boeing's Starliner: Space Taxi or Space Paperweight? NASA Axes Crewed Flights – Again!
www.space.com

Jadi biar aku luruskan – Boeing dapet miliaran dolar buat bikin kapsul awak, habisin lebih dari sepuluh tahun ngobok-ngobok bencana satu per satu, dan sekarang NASA malah bilang, 'Nggak usah bawa orang, kirim barang aja'? Nggak ada astronot. Bahkan pilot tes aja nggak. Sementara itu, SpaceX udah jemput-jemput astronot kayak bis kota sejak 2020.

Ironisnya? Kesepakatan 'penerbangan terbatas' Boeing tetap keluar duit hampir 4 miliar dolar. Jadi kita ngasih penghargaan ke gagal kayak ngasih piala cuma karena ikut. Tapi ya, setidaknya Starliner akhirnya terbang—secara teknis. Cuma pulangnya kosong. Dua kali.

Komentar (7)
Space Policy Wonk (Ahli Kebijakan Luar Angkasa)
Let's not oversimplify. NASA's decision to shift to cargo-only and reduce crew missions reflects risk management, not outright failure. Boeing is still delivering under contract — just slower and with more hiccups than SpaceX. Incentivizing partial completion maintains contractor accountability while preserving ISS access options post-2030.

Jangan disederhanakan berlebihan. Keputusan NASA untuk alihkan ke misi kargo saja dan kurangi misi awak mencerminkan manajemen risiko, bukan kegagalan total. Boeing tetap memenuhi kontrak — cuma lebih lambat dan penuh kendala dibanding SpaceX. Memberi insentif penyelesaian parsial menjaga akuntabilitas kontraktor, sekaligus mempertahankan opsi akses ke ISS setelah 2030.

Ex-Boeing Test Pilot (Mantan Pilot Uji Coba Boeing)
Hiccups? Try thruster failures, software bugs, and an oxygen leak. We're talking life-threatening issues here. If an astronaut had been aboard during CFT-1, it could’ve been the next Challenger. NASA calling this 'under contract' is a joke.

Masalah kecil? Coba gagal dorong, bug perangkat lunak, dan kebocoran oksigen. Kita bicara masalah ancam jiwa. Kalau ada astronot di CFT-1, bisa jadi Challenger berikutnya. Sebut ini masih 'memenuhi kontrak' itu lelucon.

SpaceX Fanboy with a PhD (Penggemar Fanatik SpaceX yang Punya Doktor)
Boeing spent 15 years learning how to lose $5 billion gracefully. SpaceX built Starship in 5. Maybe it's not about money or legacy—it's about hunger.

Boeing habisin 15 tahun buat belajar cara kalah 5 miliar dolar dengan elegan. SpaceX bangun Starship dalam 5 tahun. Mungkin bukan soal uang atau warisan—tapi soal nafsu.

ISS Ground Control Alumni (Alumni Kontrol Tanah ISS)
Look, I worked ISS ops for 12 years. We need redundancy. If SpaceX has a catastrophic failure tomorrow, the whole astronaut rotation program halts. That's why we need Starliner—flawed or not—as a backup. It's not about pride. It's about survival.

Dengar, aku kerja operasi ISS selama 12 tahun. Kita butuh redundansi. Kalau SpaceX alami kegagalan besar besok, seluruh program rotasi astronot berhenti. Makanya kita butuh Starliner—cacat atau tidak—sebagai cadangan. Bukan soal gengsi. Tapi soal bertahan hidup.

Sarcastic Science Teacher (Guru Sains yang Sering Menyindir)
Boeing: We've entered the final phase of testing. Translation: We'll fix it... eventually. NASA: That sounds great! Let's reschedule the next crew flight to 2027! This is like watching a 5-hour movie about someone fixing a flat tire.

Boeing: Kita masuk tahap akhir pengujian. Terjemahan: Kami akan perbaiki... entah kapan. NASA: Kedengarannya bagus! Ayo undur terbang awak berikutnya ke 2027! Ini kayak nonton film 5 jam tentang seseorang yang perbaiki ban kempes.

Retired NASA Procurement Officer (Mantan Petugas Pengadaan NASA)
Boeing's contract was structured to pay for development even if milestones were missed. That's why they get billions despite delays. We call it 'cost-plus' – the government pays all costs plus profit. Great for contractors. Not so great for taxpayers.

Kontrak Boeing dibuat untuk bayar pengembangan meskipun target terlewat. Makanya mereka tetap dapat miliaran meski molor. Ini namanya 'cost-plus' – pemerintah bayar semua biaya ditambah untung. Bagus buat kontraktor. Nggak terlalu bagus buat warga negara yang bayar pajak.

ZeroG Cynic (Pesimis Nol Gravitasi)
Starliner’s next mission is cargo-only in 2026? Cool. Let’s just hope the cargo is sandbags to counterbalance the weight of all those unmet promises.

Misi berikutnya Starliner cuma bawa kargo tahun 2026? Keren. Semoga barangnya karung pasir, buat nimbangin bobot janji-janji yang nggak ditepatin.