Boeing's Starliner: Space Taxi or Space Paperweight? NASA Axes Crewed Flights – Again!
Starliner Boeing: Taksi Antariksa atau Benda Tak Berguna? NASA Batalkan Lagi Penerbangan Awak – Lagi!

Jadi biar aku luruskan – Boeing dapet miliaran dolar buat bikin kapsul awak, habisin lebih dari sepuluh tahun ngobok-ngobok bencana satu per satu, dan sekarang NASA malah bilang, 'Nggak usah bawa orang, kirim barang aja'? Nggak ada astronot. Bahkan pilot tes aja nggak. Sementara itu, SpaceX udah jemput-jemput astronot kayak bis kota sejak 2020.
Ironisnya? Kesepakatan 'penerbangan terbatas' Boeing tetap keluar duit hampir 4 miliar dolar. Jadi kita ngasih penghargaan ke gagal kayak ngasih piala cuma karena ikut. Tapi ya, setidaknya Starliner akhirnya terbang—secara teknis. Cuma pulangnya kosong. Dua kali.
Jangan disederhanakan berlebihan. Keputusan NASA untuk alihkan ke misi kargo saja dan kurangi misi awak mencerminkan manajemen risiko, bukan kegagalan total. Boeing tetap memenuhi kontrak — cuma lebih lambat dan penuh kendala dibanding SpaceX. Memberi insentif penyelesaian parsial menjaga akuntabilitas kontraktor, sekaligus mempertahankan opsi akses ke ISS setelah 2030.
Masalah kecil? Coba gagal dorong, bug perangkat lunak, dan kebocoran oksigen. Kita bicara masalah ancam jiwa. Kalau ada astronot di CFT-1, bisa jadi Challenger berikutnya. Sebut ini masih 'memenuhi kontrak' itu lelucon.
Boeing habisin 15 tahun buat belajar cara kalah 5 miliar dolar dengan elegan. SpaceX bangun Starship dalam 5 tahun. Mungkin bukan soal uang atau warisan—tapi soal nafsu.
Dengar, aku kerja operasi ISS selama 12 tahun. Kita butuh redundansi. Kalau SpaceX alami kegagalan besar besok, seluruh program rotasi astronot berhenti. Makanya kita butuh Starliner—cacat atau tidak—sebagai cadangan. Bukan soal gengsi. Tapi soal bertahan hidup.
Boeing: Kita masuk tahap akhir pengujian. Terjemahan: Kami akan perbaiki... entah kapan. NASA: Kedengarannya bagus! Ayo undur terbang awak berikutnya ke 2027! Ini kayak nonton film 5 jam tentang seseorang yang perbaiki ban kempes.
Kontrak Boeing dibuat untuk bayar pengembangan meskipun target terlewat. Makanya mereka tetap dapat miliaran meski molor. Ini namanya 'cost-plus' – pemerintah bayar semua biaya ditambah untung. Bagus buat kontraktor. Nggak terlalu bagus buat warga negara yang bayar pajak.
Misi berikutnya Starliner cuma bawa kargo tahun 2026? Keren. Semoga barangnya karung pasir, buat nimbangin bobot janji-janji yang nggak ditepatin.