PreK for All Hits Record Enrollment—Is This the Future of Public Education or Just Political Theater?
PreK for All Pecahkan Rekor Pendaftaran—Ini Masa Depan Pendidikan Publik atau Cuma Sandiwara Politik?

Program 'PreK for All' di Michigan baru saja mendaftarkan 51.000 anak—naik 9.000 dari tahun lalu. Ini bukan sekadar pertumbuhan; ini revolusi diam-diam dalam akses pendidikan usia dini.
Mereka memperkirakan peningkatan 10% lagi hingga Februari. Tapi jangan berpura-pura—ini tidak gratis. Ada yang membayar. Apakah ini akan bertahan saat anggaran mulai ketat?
Bagus untuk anak-anak, tidak diragukan. Tapi uangnya dari mana? Kita malah memangkas perawatan sekolah karena 'tidak ada dana.' Sekarang tiba-tiba ada dana 10 ribu untuk anak prasekolah?
Program ini dibiayai dari surplus anggaran negara bagian dan hibah federal untuk pendidikan usia dini. Ini bukan mencuri dari pendidikan K-12. Faktanya, intervensi dini bisa mengurangi biaya pendidikan khusus di masa depan hingga 40%.
Sebagai seseorang yang mengajar dan hidup dari gaji ke gaji, saya tidak minta belas kasihan. Saya hanya ingin anak saya mulai sekolah dengan kesempatan setara. Program ini memberi itu. Titik.
Suka anak-anak, suka pendidikan. Tapi saya tidak suka menggunakan dolar pajak saya untuk membiayai pilihan prasekolah orang lain. Ini jalan licin menuju pengasuhan negara.
ROI pendidikan usia dini mencapai 7 banding 1 menurut pemenang Nobel Heckman. Setiap dolar yang dihabiskan sekarang menyelamatkan tujuh dolar dari biaya kriminalitas, kesejahteraan, dan penjara di masa depan. Ini bukan pengeluaran—ini investasi.
Kami pernah keracunan timah, diabaikan oleh politikus, dan sekarang tiba-tiba mereka peduli pada 'akses dini'? Saya baru percaya kalau saya melihat kelas saya dapat atap baru.
Setiap kota besar dengan PreK universal mengalami lonjakan 15% dalam kemampuan membaca kelas 3. Ini bukan sihir. Ini metrik.
Bagus kalau kamu bisa masuk. Tapi daftar tunggunya lebih panjang dari struk CVS. Dan mereka tidak membayar kami cukup untuk merekrut staf berkualitas. Jadi siapa yang menang?