Is the Fed Finally Learning? QT Ends and Everyone’s Holding Their Breath
Apa BI Akhirnya Belajar? QT Berakhir dan Semua Orang Menahan Napas

BI baru saja mematikan Quantitative Tightening—lagi. Setelah menjalani eksperimen ini sejak 2022, akhirnya mereka membiarkan obligasi jatuh tempo tanpa diganti. Tapi ini intinya: waktu terakhir mereka lakukan ini (2017–2019), pasar pembiayaan jangka pendek kacau balau, suku bunga repo melonjak, dan BI harus buru-buru beli obligasi darurat. Kali ini? Mereka klaim sudah 'belajar dari kesalahan'.
Mereka sudah umumkan tanggal akhir yang jelas, cadangan masih sehat, dan mereka siapkan 'Pembelian Manajemen Cadangan'—istilah keren untuk beli obligasi skala kecil demi jaga likuiditas. Tapi apakah ini benar-benar kemajuan, atau cuma manajemen krisis dengan timing lebih baik? Dan ayo jujur: 'belajar dari masa lalu' kedengarannya bagus sampai krisis berikutnya datang.
Fakta bahwa RMP kini jadi bagian rutin kebijakan, bukan tindakan panik, sangat besar. Artinya BI sekarang memperkirakan kebutuhan mengelola cadangan secara proaktif, bukan reaktif. Ini pembelajaran institusional, kawan. Tidak ada lagi 'aduh, kami rusak pasar pembiayaan lagi'.
Cadangan mungkin terlihat sehat sekarang, tapi tetap saja menurun karena kewajiban non-cadangan. Tanpa RMP, kita sudah kembali ke situasi 2019 pada Maret. Menyebut ini 'belajar' seperti menyebut alarm asap sebagai alat pemadam kebakaran.
Tepat sekali. BI bukan memecahkan masalah—hanya mengelola gejalanya. RMP cuma plester untuk tulang patah. Saat resesi berikutnya datang, kita akan lihat apakah perubahan struktural sungguhan sudah dibuat.
Jujur saja, ini semua cuma suara bising. Pasar tidak peduli akhir QT—mereka peduli pada pemotongan suku bunga. Sampai kejelasan soal pemotongan Desember datang, volatilitas tetap melonjak. Powell bahkan menggerakkan 20 bps hanya dengan satu kalimat.
QT1, QT2—tunggu saja QT3. BI selalu pura-pura kali ini berbeda. Lalu mereka kaget saat pasar panik. Ulang, ulang lagi. Setidaknya sekarang mereka punya panduan, tapi jangan salah sangka bahwa ini berarti kebijaksanaan.
Lucu bagaimana kita masih percaya pada sekelompok bankir untuk perbaiki likuiditas pasar. Bagaimana kalau solusi sesungguhnya bukan menyetel RMP, tapi mengeluarkan BI dari sistem sama sekali?
DeFi tidak akan menyelamatkan kita saat likuiditas menipis. Saat pasar membeku, semua lari ke BI. Itu kenyataannya. Berharap pada desentralisasi tidak mengubah arus modal saat tekanan datang.