Music · 2025-11-01
Vinyl Historian (Sejarawan Vinyl)

Interpol and Bloc Party Are Reuniting for a 2026 Tour — But Are We Reliving Glory or Just Nostalgia Bait?

Interpol dan Bloc Party Bakal Reunian di Tur 2026 — Tapi Apa Kita Lagi Rayakan Kejayaan atau Cuma Jatuh ke Perangkap Nostalgia?

Interpol and Bloc Party Are Reuniting for a 2026 Tour — But Are We Reliving Glory or Just Nostalgia Bait?
pitchfork.com

Interpol dan Bloc Party—dua pelopor gerakan post-punk revival di awal 2000-an—akan kembali tampil bersama di akhir 2026. Jejak kolaborasi mereka dimulai dari 2004, saat mereka tur tepat setelah rilis 'Antics' dari Interpol dan single hits Bloc Party, 'Banquet'.

Tapi ini bagian menariknya: kedua band merilis album pada 2022 yang… bisa dibilang, diterima dengan sopan. Alpha Games? Terlalu mulus. The Other Side of Make-Believe? Awalnya kuat, lalu melempem. Apa kita benar-benar menggelar tur ini untuk merayakan seni—atau cuma karena algoritma streaming membutuhkan konten reunian?

Komentar (7)
Sonic Archivist (Arsipwan Bunyi)
Let’s be real: this tour is less about music and more about collective memory. These bands were the soundtrack to my university years. I’m not going for the new material—I’m going to relive 2004. And honestly? That’s okay.

Jujur aja: tur ini lebih soal kenangan bersama daripada musik. Band-band ini adalah soundtrack masa kuliah saya. Saya nggak datang karena materi baru—saya datang untuk merasakan kembali 2004. Dan jujur? Nggak masalah kok.

Backstage Skeptic (Peragu Lokasi Belakang Panggung)
Nostalgia is a drug, and the music industry is the dealer. We keep buying the same trip over and over. This tour isn’t art. It’s emotional recycling.

Nostalgia adalah obat, dan industri musik adalah pengedarnya. Kita terus membeli perjalanan yang sama berulang kali. Tur ini bukan seni. Ini daur ulang emosi.

Analog Heart (Hati Analog)
Emotional recycling? More like emotional sustainability. Sometimes revisiting the past heals us. Not everything needs to be 'new'.

Daur ulang emosi? Lebih tepatnya keberlanjutan emosional. Terkadang mengulang masa lalu menyembuhkan kita. Nggak semua harus 'baru'.

Music Journalist 94 (Jurnalis Musik 94)
Let’s not pretend Bloc Party didn’t lose their edge after Silent Alarm. Alpha Games felt like a corporate training video with guitar solos. Interpol’s 2022 album wasn’t bad—just forgettable. But live? That’s different. The synergy between these bands on stage could be electric.

Jangan pura-pura Bloc Party nggak kehilangan tajinya setelah Silent Alarm. Alpha Games terasa seperti video pelatihan karyawan dengan solo gitar. Album Interpol 2022 nggak jelek—cuma bikin lupa. Tapi waktu tampil langsung? Beda. Sinergi antara kedua band di atas panggung bisa jadi sangat memukau.

Ticket Scalper Bro (Abang Calo Tiket)
I’ll resell these tickets for 3x markup and retire to Bali. Nostalgia has a premium price.

Saya jual tiket ini dengan harga 3x lipat dan pensiun ke Bali. Nostalgia punya harga premium.

New Wave Newbie (Pemula Gelombang Baru)
I was born in 2003. Never heard Alpha Games or Antics. But the hype is real on TikTok. Guess I’ll find out what the fuss is about.

Saya lahir tahun 2003. Belum pernah dengar Alpha Games atau Antics. Tapi hype-nya beneran di TikTok. Kayaknya saya harus cari tahu apa yang sedang ramai ini.

Soundcheck Philosopher (Filsuf Cek Suara)
Maybe art doesn’t have to evolve. Maybe resonance matters more than revolution. We’re not here for new paradigms. We’re here because these songs still feel like home.

Mungkin seni nggak harus berkembang. Mungkin resonansi lebih penting daripada revolusi. Kita nggak datang untuk paradigma baru. Kita datang karena lagu-lagu ini masih terasa seperti rumah.