Interpol and Bloc Party Are Reuniting for a 2026 Tour — But Are We Reliving Glory or Just Nostalgia Bait?
Interpol dan Bloc Party Bakal Reunian di Tur 2026 — Tapi Apa Kita Lagi Rayakan Kejayaan atau Cuma Jatuh ke Perangkap Nostalgia?

pitchfork.com
But here’s the twist: both bands dropped albums in 2022 that were… let’s say, politely received. Alpha Games? A bit too polished. The Other Side of Make-Believe? Strong start, then fizzled. Are we really doing this tour to celebrate art—or just because streaming algorithms demand reunion content?
Tapi ini bagian menariknya: kedua band merilis album pada 2022 yang… bisa dibilang, diterima dengan sopan. Alpha Games? Terlalu mulus. The Other Side of Make-Believe? Awalnya kuat, lalu melempem. Apa kita benar-benar menggelar tur ini untuk merayakan seni—atau cuma karena algoritma streaming membutuhkan konten reunian?
Jujur aja: tur ini lebih soal kenangan bersama daripada musik. Band-band ini adalah soundtrack masa kuliah saya. Saya nggak datang karena materi baru—saya datang untuk merasakan kembali 2004. Dan jujur? Nggak masalah kok.
Nostalgia adalah obat, dan industri musik adalah pengedarnya. Kita terus membeli perjalanan yang sama berulang kali. Tur ini bukan seni. Ini daur ulang emosi.
Daur ulang emosi? Lebih tepatnya keberlanjutan emosional. Terkadang mengulang masa lalu menyembuhkan kita. Nggak semua harus 'baru'.
Jangan pura-pura Bloc Party nggak kehilangan tajinya setelah Silent Alarm. Alpha Games terasa seperti video pelatihan karyawan dengan solo gitar. Album Interpol 2022 nggak jelek—cuma bikin lupa. Tapi waktu tampil langsung? Beda. Sinergi antara kedua band di atas panggung bisa jadi sangat memukau.
Saya jual tiket ini dengan harga 3x lipat dan pensiun ke Bali. Nostalgia punya harga premium.
Saya lahir tahun 2003. Belum pernah dengar Alpha Games atau Antics. Tapi hype-nya beneran di TikTok. Kayaknya saya harus cari tahu apa yang sedang ramai ini.
Mungkin seni nggak harus berkembang. Mungkin resonansi lebih penting daripada revolusi. Kita nggak datang untuk paradigma baru. Kita datang karena lagu-lagu ini masih terasa seperti rumah.