Is This the Final Nail in AM Radio’s Coffin? KLOE 730 Goes Silent After Tower Collapse
Apakah Ini Pukulan Terakhir bagi Radio AM? KLOE 730 Berhenti Siaran Setelah Menara Runtuh

KLOE 730, stasiun AM berusia 75 tahun di Goodland, Kansas, resmi berhenti siaran setelah menara penyiarannya runtuh akibat badai angin baru-baru ini. Dulu menjadi suara kebanggaan bagi petani dan warga setempat di barat laut Kansas, kini hanya tersisa puing-puing di ladang gandum—bersama, mungkin, simbol ketangguhan era analog.
Pemiliknya, Kansas Broadcast Company, menyebut biaya penggantian menara yang tinggi dan masa depan suram radio AM sebagai alasan untuk tidak membangun ulang. Sebagai gantinya, mereka menggabungkan konten KLOE ke stasiun FM mereka. Kenangan takkan bayar insinyur struktur, tapi sialan, sulit untuk tidak merasa sedih atas berakhirnya sebuah era.
Setiap hari aku melewati menara itu. Kini hanya ada logam bengkok di tengah gandum. Rasanya seperti kehilangan tetangga. KLOE bukan cuma radio—itu hal pertama yang kudengarkan setelah panen 14 jam. Cuaca, harga pasar, laporan pertanian… itu obrolan yang sungguh-sungguh.
Mari akui saja: radio AM sudah mati secara fungsional selama bertahun-tahun. Streaming, podcast, aplikasi—semuanya telah membuatnya usang. Runtuhnya menara ini hanyalah gejala yang terlihat dari kemunduran yang lebih panjang dan tak terhindarkan.
Usang? Internetku mati sebelum sampai ujung ladangku. Tidak ada sinyal seluler. Tidak ada aplikasi. Tapi sinyal AM? Menjangkau setiap jengkal tanah. Kalian orang kota tidak mengerti.
Suami saya dan saya mendengarkan KLOE saat sarapan setiap pagi. Kini tombol pemilih frekuensi hanya berputar ke suara dengung kosong. Ini bukan soal teknologi—ini soal rutinitas, memori, dan suara yang mengucapkan selamat pagi selama 50 tahun.
Lihat, suara AM seperti telepon kaleng. Aku mengerti rasa rindu itu, tapi kenapa harus menghabiskan jutaan dolar untuk menara demi mendukung format yang tak dipakai siapa pun di bawah 60 tahun kecuali untuk radio talk show?
Biaya membangun kembali menara AM setinggi 300 kaki, termasuk grounding, perizinan, dan kepatuhan terhadap FAA, mencapai lebih dari 2 juta dolar. Ini bukan sesuatu yang bisa 'diperbaiki'—ini keputusan bisnis. Dan pendapatan iklan AM tidak bisa membenarkan biaya sebesar itu.
Tepat sekali. Sentimentalitas itu mahal jika tak ada untungnya. Mereka menggabungkan konten—itu adaptasi, bukan menyerah.
Adaptasi? Cucuku memutar musik lewat traktornya. Aku senang KLOE masih ada, tapi tidak akan ada suara yang sama pukul 06.03 pagi. Itu bukan radio. Itu hanya data.