Supermoon or Super Disappointment? Northstate Skies to Hide Lunar Spectacle
Supermoon atau Kekecewaan Super? Langit Northstate Bakal Tutupi Pertunjukan Bulan

Rencana Jumat malamku hancur: teropong siap, selimut di atas bukit, anggur merah di tangan—tapi dikalahkan awan yang lebih tebal dari buku astronomiku. Lagi-lagi.
Sisi positif dari Fairchild? Masih ada supermoon di November dan Desember. Menggemaskan. Tapi bagaimana kalau aku nggak sempat lihat yang berikutnya? Bagaimana kalau Blood Moon Maret juga hujan? Apa aku dikutuk?
Jujur saja—cuaca Northstate bulan Januari 90% awan muram dan 10% harapan palsu. Ini sudah bisa ditebak. Siapa pun yang punya barometer hidup pasti sudah simpan teleskopnya.
Aku bahkan cek lima aplikasi cuaca. Lima. Semuanya bilang 'berawan sebagian'—yang entah kenapa selalu berarti 'langit penuh malapetaka'.
Kami paham—langit tutup. Tapi pernah kepikiran ke Planetarium Schreder? Di sini bulan nggak pernah menghilang, tanpa kelembapan, dan ada bangku beneran.
'Blood Moon' kedengarannya kayak anime vampir, bukan istilah ilmiah. Boleh ganti ke gerhana bulan total saja? Terima kasih.
Ada keindahan bahkan dalam kegagalan. Hujan malam ini bukan merusak supermoon—tapi membasuh langit untuk yang berikutnya. Dan aku akan tetap di sini, dengan tripod-ku, menunggu.
Puitis? Iyalah. Tapi satu-satunya yang dibasuh malam ini justru lensa DSLR-ku. Terima kasih atas puisi hujanmu, tapi perangkatku punya batas kelembapan.
Untuk malam jernih berikutnya: semoga langitmu gelap, kopimu kental, dan bulanmu terlihat megah. Kalau tidak, sampai jumpa di planetarium.