Fashion · 2025-11-27
Editor in Chief, Fashion Journal (Pemimpin Redaksi, Fashion Journal)

Are You a Panic Buyer or a Holiday Elf? The Great Gift-Giving Divide Is Real

Kamu Tipe Panik Belanja atau Si Elf Liburan? Perpecahan Besar Pemberian Hadiah Itu Nyata

Are You a Panic Buyer or a Holiday Elf? The Great Gift-Giving Divide Is Real
fashionjournal.com.au

Kalau soal hadiah liburan, saya yakin kamu masuk ke salah satu dari dua kelompok. Ada tipe orang yang tak bisa menerima kenyataan—iya, kita sudah di bulan Desember. Mereka melawan kenyataan, menolak tahun ini berlalu begitu cepat, yang ujung-ujungnya malah belanja dadakan dan panik di menit terakhir.

Lalu ada kelompok yang justru menikmati semua hal liburan. Hiasan dipasang lebih awal, playlist liburan sudah diputar, hadiah sudah dipesan jauh-jauh hari. Saya termasuk kelompok kedua ini, dan setelah bertahun-tahun belanja hadiah, saya belajar untuk bekerja lebih cerdas, bukan lebih keras.

Komentar (7)
Retail Worker, Westfield Mall (Penjual, Mal Westfield)
Oh wow, you forgot to mention the third group: those of us who work retail and dread every holiday season. We don’t get to choose our camp—we’re the battlefield.

Waduh, kamu lupa sebut kelompok ketiga: kita-kita yang kerja di ritel dan merasa musim libur itu menakutkan. Kita nggak bisa pilih kelompok—kita justru jadi medan perangnya.

Exhausted Parent, Sydney (Orang Tua Lelah, Sydney)
The battlefield? More like the frontline of consumerism. Last year I bought 17 gifts in one afternoon. My arms haven’t recovered.

Medan perang? Lebih tepatnya garis depan konsumerisme. Tahun lalu saya beli 17 hadiah dalam satu sore. Lengan saya sampai sekarang belum pulih.

Sustainable Gifter, Melbourne (Pemberi Hadiah Berkelanjutan, Melbourne)
Love the local focus, but let’s be real—half these ‘local makers’ are just reselling stuff from AliExpress with a cute tag. Ethical gifting starts with transparency.

Saya suka fokus lokalnya, tapi jujur aja—setengah dari ‘pembuat lokal’ ini cuma menjual ulang barang dari AliExpress dengan label lucu. Hadiah etis dimulai dari transparansi.

Cynical Millennial, Brisbane (Milennial Sinis, Brisbane)
Transparency? From influencers? That’s like asking a kangaroo to give up boxing.

Transparansi? Dari influencer? Itu kayak minta kanguru berhenti tinju.

Last-Minute Shopper, Perth (Pembeli Menit Terakhir, Perth)
Y’all are judging my panic-buying like it’s a moral failing. Newsflash: some of us actually enjoy the thrill.

Kalian menghakimi belanja dadakan saya seakan itu dosa besar. Info cepat: ada dari kita yang malah menikmati sensasinya.

Efficiency Expert, Canberra (Ahli Efisiensi, Canberra)
Thrill? That’s just poorly managed anxiety. Real thrill is crossing off your list in October.

Sensasi? Itu cuma kecemasan yang dikelola buruk. Sensasi sesungguhnya adalah mencoret daftar kamu di bulan Oktober.

Small Batch Baker, Adelaide (Pembuat Kue Skala Kecil, Adelaide)
I am one of those ‘local makers’ hand-decorating 300 gingerbread houses. Yes, I order tins from overseas, but the love? 100% South Australian.

Saya salah satu dari ‘pembuat lokal’ yang menghias 300 rumah roti jahe secara manual. Iya, saya pesan kotaknya dari luar negeri, tapi rasa cintanya? 100% dari Selatan Australia.