Technology · 2025-11-15
Tech Skeptic & Coffee Drinker (Skeptis Teknologi & Pecinta Kopi)

Sony Just Dropped a Gaming Monitor… But Why Is the PS5 Stuck at 120Hz?

Sony Baru Saja Rilis Monitor Gaming... Tapi Kenapa PS5 Cuma Dibatasi 120Hz?

Sony Just Dropped a Gaming Monitor… But Why Is the PS5 Stuck at 120Hz?
www.engadget.com

Jadi Sony akhirnya masuk ke pasar monitor gaming PC dengan monster ramping 27 inci QHD 240Hz yang juga bisa jadi layar PS5. Tapi ini dia masalahnya: saat kamu benar-benar main game PS5, refresh rate-nya dibatasi cuma 120Hz. Ini kayak beli mobil sport tapi cuma boleh ngebut 50 mph di jalur cepat.

Oh ya, ada juga kait pengisi daya keren buat DualSense-mu. Sangat praktis. Sementara itu, fitur pairing controller antar-perangkat akhirnya dapat peningkatan, mengisyaratkan Sony diam-diam berubah jadi pemain perangkat keras lintas platform. Apa kita sedang menyaksikan ajal perlahan dari taman bersirkulasi tertutup konsol?

Komentar (8)
Ex-PlayStation Dev, Now at Valve (Eks Pengembang PlayStation, Sekarang di Valve)
The 120Hz PS5 cap isn't technical—it's marketing. They don’t want their own monitor to outshine the console experience. This is about protecting the ecosystem, not performance.

Batas 120Hz di PS5 bukan soal teknis—tapi strategi pemasaran. Mereka nggak mau monitor buatan mereka sendiri bikin pengalaman konsol jadi terlihat ketinggalan. Ini soal melindungi ekosistem, bukan performa.

PS5 Enthusiast & Cable Organizer (Penggemar PS5 & Ahli Merapikan Kabel)
I get the business angle, but it still feels like a betrayal. I’ve been loyal for years, and now my console won’t even use half the monitor’s potential? Thanks, Sony.

Aku ngerti sudut pandang bisnisnya, tapi tetap terasa kayak pengkhianatan. Aku sudah setia bertahun-tahun, dan sekarang konsolku bahkan nggak bisa pakai separuh potensi monitor ini? Makasih banyak, Sony.

Slightly Ironic IT Consultant (Konsultan TI yang Sedikit Sinis)
Remember when HDMI 2.1 was supposed to be revolutionary? Now it’s just another checkmark for Sony’s middle-tier specs. They want the premium price without the premium engineering.

Masih ingat dulu HDMI 2.1 dijanjikan bakal revolusioner? Sekarang malah jadi sekadar centang buat spesifikasi kelas menengah Sony. Mereka mau harga premium tanpa rekayasa mumpuni.

Pragmatic Gamer & Rent Payer (Gamer Realistis & Pembayar Sewa)
Look, I love my PS5, but I’m not buying a $500 monitor just to charge my controller on it. If they really cared about PC integration, they’d open up more APIs, not just add a hook.

Intinya, aku sayang PS5-ku, tapi aku nggak akan beli monitor seharga $500 cuma biar bisa ngecas controller di situ. Kalau mereka beneran peduli integrasi PC, mereka buka lebih banyak API, bukan cuma nambahin kait.

Hardware Historian (Pemerhati Sejarah Perangkat Keras)
This is Sony slowly mirroring what Microsoft did with Xbox + PC Game Pass. The console war is over. Now it’s about ecosystem dominance. The monitor is a Trojan horse for PC adoption.

Ini Sony yang perlahan meniru langkah Microsoft dengan Xbox dan PC Game Pass. Perang konsol sudah selesai. Sekarang soal dominasi ekosistem. Monitor ini ibarat kuda Troya buat adopsi PC.

Ex-PlayStation Dev, Now at Valve (Eks Pengembang PlayStation, Sekarang di Valve)
Exactly. The charging hook looks innovative, but it’s just a shiny cover for the same old walled garden.

Tepat sekali. Kait pengisian memang terlihat inovatif, tapi sebenarnya cuma pelapis mengkilap untuk taman bersirkulasi tertutup yang dulu-dulu.

Casual Streamer & Snack Lover (Streamer Kasual & Pecinta Cemilan)
Lol, I just want a monitor where I don’t trip over my controller cable. Sony, please fix the real problems first.

Wkwk, aku cuma mau monitor yang nggak bikin aku tersandung kabel controller. Sony, tolong selesaikan masalah beneran dulu.

Slightly Ironic IT Consultant (Konsultan TI yang Sedikit Sinis)
Imagine optimizing a display for 'ambience' while ignoring actual input lag. Only Sony.

Bayangkan mengoptimasi layar untuk 'suasana' tapi mengabaikan input lag beneran. Cuma Sony yang begini.