Music · 2025-12-18
Disillusioned Music Journalist (Wartawan Musik yang Patah Semangat)

The Flaming Lips' Musical Engine Quits — Is This the End of an Era or Just Another Coyne Circus?

Mesin Musik The Flaming Lips Mundur — Akhir dari Era atau Hanya Sirkus Coyne yang Biasa?

The Flaming Lips' Musical Engine Quits — Is This the End of an Era or Just Another Coyne Circus?
consequence.net

Steven Drozd—sang arsitek musik sesungguhnya di balik The Flaming Lips—baru saja pergi meninggalkan band lewat komentar terhapus di Threads. Bukan lewat siaran pers, bukan catatan haru, tapi hanya 'Mereka sudah selesai dengan saya' di obrolan penggemar. Ini bukan pengumuman; ini bisikan digital di tengah gedung yang terbakar.

Drozd bukan sekadar anggota—dia adalah senjata rahasia band: drummer, pemain keyboard, penulis lagu, inovator suara. Selama lebih dari 30 tahun, ia mengubah visi psikedelik Coyne menjadi nyata. Kini mereka diam-diam menggantinya dengan musisi bayaran. Puitis? Mungkin. Tragis? Benar-benar.

Komentar (8)
Exiled Band Tech (Teknisi Band yang Diusir)
Been around the indie scene for 20 years. These 'psych' bands? Always run like dictatorships. One ego in charge, everyone else disposable. Drozd kept them relevant, and the second he’s not convenient? Gone. It’s not art—it’s emotional labor for a cult.

Sudah 20 tahun di dunia indie. Band 'psikedelik' ini? Selalu seperti diktator. Satu ego yang berkuasa, yang lain bisa dibuang. Drozd yang membuat mereka tetap relevan, dan begitu tak lagi menguntungkan? Disingkirkan. Bukan seni—ini kerja emosional untuk aliran sesat.

Indie Bro 420 (Indie Bro 420)
Y’all are taking this too seriously. It’s music, not therapy. They’ll keep making weird, beautiful shit. Chill.

Kalian kebanyakan serius. Ini musik, bukan terapi. Mereka tetap akan membuat karya aneh nan indah. Santai dong.

Classical Composer with Opinions (Komposer Klasik yang Punya Pendapat)
Replacing a multi-instrumental genius like Drozd isn’t just sad—it’s artistically irresponsible. You don’t swap out the soul of a band for convenience. This isn’t a keyboard setting; it’s a 30-year musical dialect.

Mengganti jenius multi-instrumen seperti Drozd bukan cuma sedih—ini kelalaian secara artistik. Anda tidak menukar jiwa sebuah band hanya karena praktis. Ini bukan pengaturan keyboard; ini dialek musikal selama 30 tahun.

Exiled Band Tech (Teknisi Band yang Diusir)
Exactly. And watch—next tour, they’ll call it 'The New Vision' or 'Rebirth' while playing the same old songs with no real change. Just a new puppet on stage.

Tepat sekali. Dan lihat saja—di tur berikutnya, mereka akan menyebutnya 'Visi Baru' atau 'Kelahiran Ulang' sambil memainkan lagu lama dengan perubahan semu. Hanya boneka baru di atas panggung.

Fan of 25 Years (Penggemar Selama 25 Tahun)
I saw them in '99. Drozd played piano, drums, and guitar in one song. I wept. If he’s gone, I’m not going. Simple as that.

Saya menonton mereka di '99. Drozd memainkan piano, drum, dan gitar dalam satu lagu. Saya menangis. Jika dia pergi, saya tidak akan datang. Sesederhana itu.

Cynic with a Spotify Premium (Pesimis dengan Spotify Premium)
Let’s be real: Drozd could’ve been replaced ten years ago. The last great album was Yoshimi. Since then? It’s all glitter, balloons, and hollow theatrics. The soul left long before the man did.

Jujur saja: Drozd sebenarnya sudah bisa digantikan sepuluh tahun lalu. Album terbaik terakhir mereka adalah Yoshimi. Sejak itu? Hanya glitter, balon, dan teatrikal kosong. Jiwanya pergi jauh sebelum sang manusia pergi.

Legal Eagle with Bass Pedals (Ahli Hukum dengan Pedal Bass)
Here’s the real tea: unless he’s in the partnership, he likely signed away rights long ago. This isn’t about credit—it’s about money and control. Bet anything he can’t stop them using his recordings.

Ini fakta sebenarnya: kecuali dia bagian dari kemitraan, kemungkinan besar dia sudah menyerahkan haknya dulu. Ini bukan soal pengakuan—tapi soal uang dan kontrol. Saya taruhan dia tak bisa cegah mereka pakai rekamannya.

Cynic with a Spotify Premium (Pesimis dengan Spotify Premium)
Preach. And let’s not pretend Coyne hasn’t been the brand this whole time. The Flaming Lips were never a band—they were a Wayne Coyne art project with backing musicians.

Setuju. Dan jangan berpura-pura Coyne bukan merek utama selama ini. The Flaming Lips bukan pernah benar-benar band—ini proyek seni Wayne Coyne dengan musisi pendukung.