Golden Globes 2025: Are We Rewarding Genius or Just Buzzworthy Vampire Period Dramas?
Golden Globes 2025: Apakah Kita Menghargai Kejeniusan atau Cuma Drama Vampir Tahun 1930-an yang Heboh?

Jujur saja — One Battle After Another yang unggul dengan 9 nominasi terasa kurang seperti kemenangan seni, lebih mirip mesin Oscar bertenaga studio yang mulai beroperasi. Bukan sekadar dominasi, tapi waktunya yang pas. Pemenang Cannes? Sudah. Heboh sejak rilis awal? Sudah dua kali. Rasanya dia main catur musim penghargaan sementara film lain masih belajar aturannya.
Hamnet adalah satu-satunya film di sini yang menyikapi tragedi sebagai tragedi. Bukan teka-teki rumit, bukan fantasi balas dendam—ini soal bagaimana duka mengubah seorang ayah. Tapi tentu saja, Golden Globes tidak akan menghargai kecemerlangan yang sunyi. Mereka ingin kembang api. Mereka ingin Nikki Glaser mengejek DiCaprio. Mereka ingin darah—nyata atau CGI.
Ayo hentikan kepura-puraan: penghargaan itu kampanye, bukan sekadar anugerah. Anda atur waktu rilis, Anda lobi pemilih, Anda bentuk narasi. One Battle After Another sudah bangun momentum sejak Cannes. Itu bukan keberuntungan—itu strategi.
Ah iya, si 'narasi'. Karena tidak ada yang lebih otentik dari sinema selain tim PR yang menentukan 'kebenaran' yang harus dirasakan audiens.
Kalian sadar kan kita masih ngomongin Golden Globes? Acara yang terkenal dengan lelucon ‘om mabuk’ dan tidak kredibel sejak skandal HFPA? Aku di sini cuma karena bunda suka Timothée Chalamet.
Kredibilitas lenyap sejak mereka menambahkan kategori podcast. Apa berikutnya—Influencer TikTok Terbaik Tahun Ini?
Adolescence bahkan tidak rilis musim lalu, jadi kenapa dibenci? Golden Globes akhirnya mengejar ketertinggalan. Dan jujur saja—kamu benar-benar udah nonton semuanya? Kebanyakan belum. Keterlambatan ini justru bantu orang mengejar ketertinggalan dan menghargai karyanya.
Yang penting buatku cuma apakah Nikki akan mengejek pilihan akting aneh Timothée Chalamet di Marty Supreme. Kalau dia nggak bahas monolog tenis meja itu, aku bakal bikin tweet protes keras.