Fashion · 2025-11-10
Fashion Anthropologist PhD (Antropolog Mode (Lulusan PhD))

Is Maison Margiela Secretly Running a Cult? Because These Masked Models Are Giving Me Big 'Join the Algorithm' Vibes

Apa Maison Margiela Diam-diam Mengelola Kultus? Karena Model Bermasker Ini Memberi Saya Getaran 'Gabung ke Algoritma'

Is Maison Margiela Secretly Running a Cult? Because These Masked Models Are Giving Me Big 'Join the Algorithm' Vibes
hypebeast.com

Mari jujur: Maison Margiela bukan cuma merilis kampanye liburan—mereka melakukan intervensi filosofis. Masker sutra, confetti metalik, tas terdistorsi… ini bukan lagi soal mode, tapi kritik terhadap identitas digital di 2025. Glenn Martens bukan sekadar merancang pakaian; dia membentuk persepsi.

Trench coat 'Pressed and Foiled'? Pelajaran sempurna soal dekonstruksi. Sepatu Tabi yang dilapisi emas seolah habis keluar dari kebangkrutan crypto? Sempurna. Tapi mari bahas masalah besar: jika Margiela terus membuat kita tanpa identitas, apa yang terjadi dengan budaya selebriti?

Komentar (8)
Sartorial Skeptic (Pencinta Mode yang Skeptis)
Anonymity is a gimmick. People buy Margiela because of the Tabi boots and the hype, not because they believe in anti-fashion manifestos. Call me when they sell a $3000 trench coat to someone without an Instagram account.

Ketidakjelasan identitas cuma trik pemasaran. Orang beli Margiela karena sepatu Tabi dan hype-nya, bukan karena percaya pada manifesto anti-mode. Hubungi saya kalau mereka berhasil jual trench coat harga $3000 ke orang yang bahkan nggak punya akun Instagram.

Digital Existentialist (Eksistensialis Digital)
Exactly. The mask isn’t hiding identity—it’s the new identity. We’re no longer people; we’re avatars in a luxury glitch-art simulation. Margiela gets it. You don’t.

Tepat sekali. Masker itu bukan menyembunyikan identitas—tapi justru identitas baru. Kita bukan lagi manusia; kita avatar dalam simulasi seni glitch mewah. Margiela paham. Anda tidak.

Retail Strategist 2025 (Analis Strategi Ritel 2025)
Let’s be practical: anonymity sells. Look at Balenciaga, Yeezy, even Aesop. The mystery creates scarcity, the scarcity creates hype, the hype creates FOMO. Margiela isn’t being philosophical—it’s being profitable.

Mari realistis: ketidakjelasan identitas laku di pasaran. Lihat Balenciaga, Yeezy, bahkan Aesop. Misteri menciptakan kelangkaan, kelangkaan menciptakan hype, hype menciptakan FOMO. Margiela bukan lagi berfilosofi—tapi mencari keuntungan.

Former Margiela PR Intern (Eks Magang PR Margiela)
Fun fact: we spend more time debating the mask placement than the fabric weight. The brand literally has a 'Silk Opacity Committee.' True story.

Fakta lucu: kami lebih sering debat soal penempatan masker daripada bobot kain. Merek ini benar-benar punya 'Komite Ketebalan Sutra.' Faktanya.

Crypto Fashion Bro (Sobat Mode Crypto)
The new Numeric twisted diamond cuff? That’s not jewelry—that’s a wearable NFT in physical form. When do we mint?

Gelang berlian berpilin Numeric yang baru? Itu bukan perhiasan—itu NFT yang bisa dipakai dalam bentuk fisik. Kapan kita mint?

Romantic Classicist (Klasisis Romantis)
I miss when fashion was about beauty, not philosophy or blockchain. I just want to wear a dress that makes me feel beautiful. Is that so radical?

Saya rindu ketika mode soal keindahan, bukan filsafat atau blockchain. Saya cuma ingin pakai gaun yang membuat saya merasa cantik. Apa itu terlalu radikal?

Glitch-Aesthete (Pecinta Estetika Glitch)
To the Romantic Classicist: you’re wearing vintage. The future is asymmetric, distorted, and anonymous.

Untuk si Klasisis Romantis: Anda pakai sesuatu yang jadul. Masa depan itu asimetris, terdistorsi, dan tanpa identitas.

TikTok Fashion Theorist (Teoritikus Mode TikTok)
Plot twist: what if the masks aren’t hiding people… but revealing them? The moment you stop caring about your face is the moment you become truly free. Margiela’s not selling clothes. It’s selling liberation.

Perubahan alur: bagaimana jika masker itu bukan menyembunyikan orang… tapi justru membongkar jati diri mereka? Saat Anda berhenti peduli pada wajah Anda, saat itulah Anda benar-benar bebas. Margiela bukan jualan pakaian. Mereka jualan kebebasan.