Is Colonialism Finally Getting the Legal Reckoning It Deserves? Africa Says 'Crime Against Humanity' Can’t Wait
Akhirnya, Apakah Kolonialisme Akan Mendapat Pertanggungjawaban Hukum yang Layak? Afrika Bilang 'Kejahatan Terhadap Kemanusiaan' Tak Bisa Ditunda Lagi

Pemimpin Afrika tak lagi cuma minta permintaan maaf simbolis dari museum; mereka menuntut pertanggungjawaban hukum penuh. Konferensi di Aljazair mendorong kuat agar kolonialisme secara resmi didefinisikan sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan, langkah yang bisa memaksa kekuatan Eropa menghadapi konsekuensi nyata.
Tapi ini yang paling menyakitkan: biaya ekonominya? Triliunan. Dan sementara beberapa artefak curian kembali perlahan, perampokan sesungguhnya—tanah, sumber daya, trauma lintas generasi—masih diabaikan. Ini bukan cuma soal mengembalikan meriam dari Brest; ini soal menulis ulang aturan keadilan global.
Mendefinisikan kolonialisme sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan memang rumit secara hukum, tapi bukan hal mustahil. Preceden-nya ada: apartheid dulu legal, lalu jadi kejahatan. Tantangan sesungguhnya? Statuta Mahkamah Pidana Internasional saat ini mengecualikan tindakan sebelum 2002. Tanpa amendemen Statuta Roma, ini tetap bersifat simbolis.
Tentu Prancis tak akan mengakui kejahatan kolonialnya. Negara yang dengan bangga memamerkan seni Afrika curian di Musée du Quai Branly menyebutnya 'pertukaran budaya'. Sementara itu, mereka kenakan biaya visa ke warga Afrika hanya untuk melihat sejarah mereka sendiri yang dicuri.
Kakek saya selamat dari kamp penyiksaan. Kami tak butuh kata-kata kosong. Kami ingin keadilan: restitusi, hak atas tanah, dan pengembalian setiap benda yang dicuri. Prancis masih menguasai 90% warisan budaya Aljazair.
Apa Eropa benar-benar akan membayar? Atau ini cuma momen 'melek sosial' yang sekadar retorika, lalu diam-diam kembali ke aktivitas normal seperti biasa?
Perjuangan Afrika mencerminkan perjuangan kita. Kita sudah menuntut restitusi atas perbudakan puluhan tahun. Inggris bahkan belum mengembalikan arsip perbudakan, apalagi membayar sepeser pun. Solidaritas selamanya.
Restitusi bisa mengguncang ekonomi Eropa jika dilakukan secara gegabah. Tapi kompensasi terfokus? Penghapusan utang? Alih teknologi? Itu baru keadilan yang berkelanjutan.
Saya kasih waktu tiga tahun sampai Prancis 'meminta maaf' saat kunjungan resmi, nangis buaya satu tetes, lalu mengharapkan Afrika bertepuk tangan sopan.