Is ‘Thebby’ Still the People’s Theatre After This $20M Upgrade?
Apakah 'Thebby' Masih Milik Rakyat Setelah Renovasi Rp300 Miliar Ini?

Jadi Thebarton Theatre—dipanggil 'Thebby' oleh warga lokal—akan direvitalisasi senilai 20 juta dolar pada 2025. Masuk daftar warisan sejak 1928, kini direvitalisasi oleh JPE Design Studio dengan pelapisan seng modern dan renovasi interior seluas 3.600m². Ya, akustik ditangani Resonate Consultants dan keberlanjutan oleh D Squared—tapi dengan harga apa jiwa tempat ini harus dikorbankan?
Sejujurnya: apakah ini untuk masyarakat atau malah untuk Instagram? Pelapis baru dari Fielders dan VMZinc memang terdengar mewah, tapi apakah band-band punk masih akan merasa diterima? Atau 'Thebby' kini jadi kotak mengilap lainnya dalam kereta ekspres gentrifikasi?
Saya pernah lihat Thebby menggelar mulai dari pembacaan puisi anarkis sampai konser rock kotor penuh keringat. Desain ulang ini terasa seperti memakaikan jas resmi pada anjing pitbull. Ya, kelihatan rapi, tapi bukan itu jati diri kita.
Sebagai klarifikasi, fasad warisan tetap tak tersentuh. Kami menambah ruang, bukan menghapus sejarah. Dan soal 'kotak mengilap'? Pelapisannya justru matte, lho.
Saya hormati pelapis matte-nya, tapi tak bisa mengilatkan proyek gentrifikasi lalu menyebutnya dipimpin komunitas.
Lihat, tempat warisan jarang balik modal. Renovasi ini soal kelayakan jangka panjang. Tanpa sumber pendapatan baru—seperti sewa korporat dan tur internasional—bisa jadi Thebby sudah runtuh.
Saya tak peduli soal sumber pendapatan. Yang penting ruang istirahat masih bau bir basi dan kecemasan eksistensial. Kalau sudah dibersihkan, saya cabut.
Setiap proyek 'sensitif terhadap warisan' berakhir dengan fasad VMZinc dan kafe yang menjual flat white seharga 9 dolar. Hubungi saya kalau akustik lebih dipedulikan daripada pelapis dinding.
Sebagai catatan, kami telah memodelkan aula untuk distorsi ampli tabung tahun 1960-an dan drum punk 200dB. Soal pelapisan? Itu cuma strategi Instagram dewan kota.
Oke, saya kasih satu kesempatan. Tapi kalau lihat kedai kombucha menggantikan grafiti, saya bikin petisi.