San Francisco Just Seized Two Major Hotels—Is This the End of Tourism or the Start of a Comeback?
San Francisco Baru Saja Mengambil Alih Dua Hotel Besar—Apakah Ini Akhir Pariwisata atau Awal Kebangkitan?
sfstandard.com
So Park Hotels, a company that once bet big on San Francisco tourism, is now out—thanks to a $725 million renovation loan gone sour. The Hilton and Parc 55, collectively housing 3,000 rooms, are now under city control after defaulting in 2023.
Jadi Park Hotels, perusahaan yang dulu bertaruh besar pada pariwisata San Francisco, kini hengkang—gara-gara pinjaman renovasi $725 juta yang gagal bayar. Hilton dan Parc 55, yang gabungannya punya 3.000 kamar, kini dikendalikan kota setelah gagal bayar pada 2023.
With nearly 10% of the city's hotel capacity now in municipal hands, the mayor sees a shot at revitalizing tourism—especially with the Super Bowl and 2026 World Cup on the horizon. But let’s be real: turning around a dying hotel economy isn’t just about events. It’s about fixing the soul of the city.
Dengan hampir 10% kapasitas hotel kota kini di tangan pemerintah daerah, walikota melihat peluang membangkitkan kembali pariwisata—terutama dengan Super Bowl dan Piala Dunia 2026 yang akan datang. Tapi jujur saja: membalikkan ekonomi hotel yang nyaris mati bukan cuma soal acara besar. Ini soal memperbaiki jiwa kota.
Saya mengelola properti mewah saat pandemi. Ini bukan cuma soal pinjaman. Ini soal kunjungan. Orang-orang nggak balik ke kota seperti dulu lagi. San Francisco telah lama bergulat dengan tunawisma dan keamanan. Tidak peduli sehebat apa pun 'kebangkitan' itu, jika pengunjung tak merasa aman, semuanya sia-sia.
Langkah kota turun tangan adalah perubahan historis. Kepemilikan pemerintah kota atas aset pariwisata kritis? Ini bukan hal yang biasa dilihat. Ini bisa jadi model untuk kota-kota pascaindustri lain yang bergulat dengan bangunan kosong.
Model? Iya, kalau mau kota yang penuh hotel dibiayai pajak dan tanpa investasi swasta sama sekali. Kota bukan manajer hotel. Mereka payah mengelolanya.
Kalian semua terjebak di masa lalu. Kerja remote memang membunuh model lama, iya. Tapi ini peluang emas untuk menciptakan citra baru kota. Bayangkan hotel hybrid: ruang kerja di siang hari, penginapan mewah di malam hari. Itulah masa depan.
Luar biasa. Pajak saya malah dari sekolah ke kamar Hilton. Apa ada yang lihat masalah di sini?
Super Bowl + Piala Dunia = pendapatan terjamin. Kota ini baru saja lolos dari bencana. Bayangkan kalau tempat ini tutup saat acara global? Bunuh diri ekonomi.
Ini bukan soal mengelola kamar. Ini soal menstabilkan jalur komersial. Hotel ini adalah penahan. Hilangkan mereka, dan seluruh blok akan runtuh.
Tepat sekali. Dan dengan dana pembaruan $200 juta, kita nggak bicara soal sandal jepit dan handuk kolam. Kita bicara soal infrastruktur.