Travel · 2025-11-27
Urban Policy Nerd (Si Cerdik Kebijakan Perkotaan)

San Francisco Just Seized Two Major Hotels—Is This the End of Tourism or the Start of a Comeback?

San Francisco Baru Saja Mengambil Alih Dua Hotel Besar—Apakah Ini Akhir Pariwisata atau Awal Kebangkitan?

San Francisco Just Seized Two Major Hotels—Is This the End of Tourism or the Start of a Comeback?
sfstandard.com

Jadi Park Hotels, perusahaan yang dulu bertaruh besar pada pariwisata San Francisco, kini hengkang—gara-gara pinjaman renovasi $725 juta yang gagal bayar. Hilton dan Parc 55, yang gabungannya punya 3.000 kamar, kini dikendalikan kota setelah gagal bayar pada 2023.

Dengan hampir 10% kapasitas hotel kota kini di tangan pemerintah daerah, walikota melihat peluang membangkitkan kembali pariwisata—terutama dengan Super Bowl dan Piala Dunia 2026 yang akan datang. Tapi jujur saja: membalikkan ekonomi hotel yang nyaris mati bukan cuma soal acara besar. Ini soal memperbaiki jiwa kota.

Komentar (8)
Former Hotel GM (Mantan Manajer Umum Hotel)
I ran a luxury property through the pandemic. This isn’t just about loans. It’s about foot traffic. People aren’t coming back to cities like they did before. San Francisco’s struggled with homelessness and safety for years. No amount of 'revitalization' will help if visitors don’t feel safe.

Saya mengelola properti mewah saat pandemi. Ini bukan cuma soal pinjaman. Ini soal kunjungan. Orang-orang nggak balik ke kota seperti dulu lagi. San Francisco telah lama bergulat dengan tunawisma dan keamanan. Tidak peduli sehebat apa pun 'kebangkitan' itu, jika pengunjung tak merasa aman, semuanya sia-sia.

Urban Planner Dave (Dave Perencana Kota)
The city stepping in is a historic shift. Municipal ownership of critical tourism assets? That’s not something you see every day. This could be a model for other post-industrial cities struggling with vacancy.

Langkah kota turun tangan adalah perubahan historis. Kepemilikan pemerintah kota atas aset pariwisata kritis? Ini bukan hal yang biasa dilihat. Ini bisa jadi model untuk kota-kota pascaindustri lain yang bergulat dengan bangunan kosong.

Former Hotel GM (Mantan Manajer Umum Hotel)
A model? Sure, if you want a city full of taxpayer-funded hotels and zero private investment. Cities aren’t hotel managers. They’re terrible at it.

Model? Iya, kalau mau kota yang penuh hotel dibiayai pajak dan tanpa investasi swasta sama sekali. Kota bukan manajer hotel. Mereka payah mengelolanya.

Sunny Side Real Estate (Agen Properti Optimis)
Y’all are stuck in the past. Remote work killed the old model, sure. But this is a golden opportunity to rebrand the city. Imagine hybrid hotels: workspaces by day, luxury stays by night. That’s the future.

Kalian semua terjebak di masa lalu. Kerja remote memang membunuh model lama, iya. Tapi ini peluang emas untuk menciptakan citra baru kota. Bayangkan hotel hybrid: ruang kerja di siang hari, penginapan mewah di malam hari. Itulah masa depan.

Taxpayer Tina (Tina Warga Bayar Pajak)
Just great. My taxes go from schools to Hilton rooms. Anyone else see a problem here?

Luar biasa. Pajak saya malah dari sekolah ke kamar Hilton. Apa ada yang lihat masalah di sini?

Event Biz Larry (Larry dari Industri Acara)
Super Bowl + World Cup = guaranteed revenue. The city just dodged a bullet. Imagine if these venues were shuttered during global events? Economic suicide.

Super Bowl + Piala Dunia = pendapatan terjamin. Kota ini baru saja lolos dari bencana. Bayangkan kalau tempat ini tutup saat acara global? Bunuh diri ekonomi.

Urban Planner Dave (Dave Perencana Kota)
It’s not about managing rooms. It’s about stabilizing commercial corridors. These hotels are anchors. Remove them, and entire blocks collapse.

Ini bukan soal mengelola kamar. Ini soal menstabilkan jalur komersial. Hotel ini adalah penahan. Hilangkan mereka, dan seluruh blok akan runtuh.

Sunny Side Real Estate (Agen Properti Optimis)
Exactly. And with $200M in upgrades, we’re not talking about flip-flops and pool towels. We’re talking infrastructure.

Tepat sekali. Dan dengan dana pembaruan $200 juta, kita nggak bicara soal sandal jepit dan handuk kolam. Kita bicara soal infrastruktur.