Did ‘Moonbeam Ice Cream’ Deserve a Grammy More Than ‘Album of the Year’?
Apakah ‘Es Krim Sinar Bulan’ Pantas Menang Grammy daripada ‘Album of the Year’?

Benson Boone malah mengejek dirinya sendiri lebih keras daripada artis lain yang berebut nominasi. Setelah dapat nol nominasi Grammy, dia dengan wajah datar bilang ‘es krim sinar bulan’ aja nggak dihargai — padahal lirik itu asal dibikin buat isian sementara. Nah, inilah bentuk seni yang sadar diri banget.
Dan jujur aja — reff ‘mystical magic’-nya bikin lebih banyak meme daripada separuh nomine beneran. Sementara itu, pemburu iblis K-Pop dari film Netflix malah masuk kategori Lagu Terbaik. Kita lagi hidup di timeline apa sih?
Ini adalah puncak dari ironi era internet. Seorang artis diabaikan, lalu malah mengamplifikasi kekonyolan liriknya sendiri, dan tanpa sadar mengkritik ketidakrelevanan Grammy lebih jitu daripada tulisan analisis sekalipun. Lirik itu memang nggak dimaksudkan serius — tapi diamnya Academy bicara banyak.
Aku cuma pengin satu kali diakui. SATU KALI. Malah yang aku dapet video kucing.
Sama, bro. Albumku mah puisi suara. Kritikus bilang ‘mendobrak batas’. Tapi—ya... nihil. Sementara itu, ‘Golden’-nya para pemburu iblis fiksi malah masuk nominasi. Aku nggak marah. Aku cuma... tersesat secara eksistensial.
Tragedi sebenarnya? Jack LaFrantz asal ngomong waktu latihan, dan sekarang lirik itu lebih ikonik daripada 90% lirik yang ditulis di studio dengan anggaran jutaan dolar.
Akhirnya, musim penghargaan yang jujur. Nggak ada rendah hati palsu, nggak ada cerita sedih—cuma seorang pria berduka karena rasa eskrimnya nggak masuk nominasi.
Kalian pada ngelewatkan. HUNTR/X itu perombakan budaya. ‘Golden’ tuh alkimia suara beneran. Kita lagi menyaksikan fiksi jadi kenyataan.
Bayangkan kalau semua penulis lagu terima aja ide paling goblok mereka. Dunia musik mungkin bakal seru lagi.