The Last Penny Was Just Minted — Could This Tiny Coin Sell for $5 Million?
Logam Mulia Terakhir Baru Saja Dicetak — Apa Koin Kecil Ini Bisa Laku Dijual Rp75 Miliar?

U.S. Mint baru saja mencetak koin sen terakhir yang beredar—selamanya. Lima koin dengan tanda omega khusus tidak akan diedarkan, melainkan dilelang. Para ahli bahkan sudah tidak sabar.
Katanya satu koin bisa laku Rp75 miliar. Itu 500 juta kali nilai nominalnya. Kayaknya kita sedang mencari tahu apakah 'sen' masih berarti 'sepersepuluh', atau kini berarti 'benda purbakala legendaris'.
Butuh 3,7 sen untuk bikin koin 1 sen. Ini bunuh diri fiskal. Menghentikan produksi sen bukan cuma simbolik—ini wujud kedewasaan fiskal.
Kami sudah ganti ke pembulatan. Minggu lalu pelanggan bayar $12,34 pakai $20. Kami bulatkan jadi $12,35 dan kembalian $7,65. Tidak ada yang sadar. Kematian sen terjadi diam-diam di kasir saya.
Perkiraan Feigenbaum $5 juta? Masih terlalu rendah. Ini adalah 'Dewey Mengalahkan Truman' versi koin—tapi bukannya koran, yang ikonik adalah koin yang seharusnya nggak pernah ada.
Koin Rp75 miliar? Bukan investasi, cuma orang kaya yang main-main jadi sejarawan.
Saya akan kangen mengajari anak-anak menghitung pakai sen. Ada kepuasan saat kasih dua belas koin dan bilang, 'Itu satu dime dan dua sen.' Sekarang jadinya, 'Yah, itu DAHULU pernah...'.
Ada satu hal yang nggak ditanya siapa pun: apa menyimpan koin terakhir melanggar aturan penimbunan? Kalau seseorang jual koin itu Rp75 miliar, itu spekulan atau kolektor?
Jujur? Setelah baca itu, saya menemukan empat keping sen menempel di mesin espresso saya. Saya bungkus pakai aluminium foil dan kasih label 'Replika Zaman Sen yang Hilang'. Manajer saya kira saya mulai gila.
Verifikasi resmi itu wajib. Replika bungkus foil nggak akan laku di Heritage Auctions. Tapi sini—bilang ke manajermu itu awal mula museum rakyat.