A Bear Walks into a Prada Store in Aspen… Was It a Fashion Statement or a Climate Warning?
Seekor Beruang Masuk ke Toko Prada di Aspen... Apakah Ini Aksi Fesyen atau Peringatan Iklim?

Jadi seekor beruang hitam berjalan santai melewati butik mewah di pusat kota Aspen—cuek, hampir tak menoleh ke logo Prada—dan entah bagaimana, satu gambar ini menangkap absurditas tahun 2025. Fotonya memang bukan yang paling sempurna secara teknis, pengakuan sang fotografer. Tapi fotonya jadi viral. Kenapa? Karena ini sekaligus lucu dan menyeramkan. Di satu sisi, alam sedang bercanda dengan kesombongan manusia. Di sisi lain, ini tanda nyata satwa liar yang semakin mendekati area manusia akibat kehilangan habitat.
Foto ini tidak dipilih karena keindahannya. Foto ini dipilih karena merupakan metafora. Seekor beruang tidak sekadar berkeliaran di Prada—ini melambangkan runtuhnya batas antara liar dan perkotaan, alam dan kemewahan. Dan jika kita tertawa hanya pada permukaannya, kita melewatkan pesan sebenarnya.
Saya tinggal di sini 47 tahun dan saya ingat waktu beruang tetap di atas sungai. Sekarang? Mereka menyeberang jalan yang dinamai dari miliarder. Ini bukan hal imajinatif—ini gejala dari kepadatan penduduk dan pembangunan yang tak terkendali. Kita menutup surga dengan aspal untuk membangun Prada. Selamat.
Jangan salahkan beruangnya. Ini bukan 'mengganggu'—kitanya yang mengganggu rumahnya. Hewan-hewan ini punya pola migrasi, sumber makanan yang menurun, dan habitat yang terpecah akibat resor ski dan perumahan mewah. Ini adaptasi, bukan invasi.
Catat kata-kata saya: 'beruang-core' adalah estetika terbaru. Lupakan cottagecore. Segera kita akan lihat motif grizzly, tema alam liar, dan tren TikTok 'mencari makan di perkotaan'. Beruang di Prada? Itu haute couture bertemu kenyataan iklim.
Sebagai pendaki, saya senang melihat beruang di alam liar. Sebagai warga kota, saya khawatir saat mereka ada di tempat parkir. Kehidupan bersama bukan soal meromantisasi satwa liar—tapi soal tempat sampah penghalau beruang dan tidak memberi mereka makan. Biarkan yang liar tetap liar, bukan pinggiran kota.
Jujur, mungkin beruangnya sedang dalam perjalanan ke Freestyle Friday. Bukan masalah besar. Kalau pun iya, kita harus tanya apakah dia mau jersey. #DukungSatwaLokal
Oh ayolah, 'Bearcore'? Tren TikTok itu hanya akan bertahan 3,2 detik. Sementara itu, tempat sampah saya dirampok minggu lalu. Ini bukan soal fesyen. Ini kekacauan.
Anda pikir 'Bearcore' konyol? Orang-orang juga berpikir begitu tentang 'van life' di 2018. Sekarang jadi industri besar. Budaya memakan realitas untuk sarapan. Bersiaplah untuk kolaborasi Prada x Taman Nasional.
Saya habiskan 30 tahun menjaga agar beruang tetap liar. Sekarang saya lihat mereka jadi meme. Saya tidak marah—hanya lelah. Ancaman sesungguhnya bukan beruang di Prada. Tapi beruang yang kehilangan rasa takut terhadap manusia.