Sakurai Confirms He Only Makes Games Because Nintendo Begs Him — What’s Next on Switch 2?
Sakurai Tegaskan Dia Cuma Bikin Game Karena Nintendo Mendesaknya — Apa Selanjutnya di Switch 2?

Jadi Masahiro Sakurai baru saja membongkar filosofi kreatifnya: dia tidak membuat game karena keinginan pribadi—dia melakukannya karena Nintendo memintanya. Bukan proyek penuh gairah, tapi murni kerja profesional atas permintaan ilahi. Dan jujur? Mungkin itu sebabnya Smash Bros. terasa beda.
Ingat, dia hanya kembali ke seri Smash karena almarhum Satoru Iwata secara pribadi memanggilnya. Tanpa Iwata? Tidak ada Ultimate. Dan sekarang, setelah Kirby Air Riders selesai dalam waktu singkat, kamu tahu teleponnya sudah berdering. Tapi ini pertanyaannya: bisakah ‘Semua Orang Ada di Sini’ terulang? Atau Sakurai sedang menghadapi paradoks kreatif terbesarnya?
Ini justru segar. Kebanyakan developer berpura-pura game mereka adalah anak kesayangan. Sakurai? Dia seperti pedang legendaris yang hanya ditarik saat kerajaan butuh penyelamat. Itu bukan dingin. Itu disiplin.
Jujur saja—Nintendo memperlakukan Sakurai seperti infrastruktur nasional. Kamu tidak pensiunkan bendungan tenaga air hanya karena dia sudah 'selesai melakukan tugasnya'.
Bayangkan kalau Miyamoto bilang hal yang sama. 'Saya hanya buat Mario karena diminta.' Internet pasti langsung heboh.
Bukankah ini membebaskan? Mitos 'pencipta tunggal jenius' di dunia game telah membebani kreator secara emosional. Sakurai membongkarnya dalam satu wawancara. Dia bukan bapakmu. Dia kontraktormu.
Berikan kami Smash terbaru. Dia bisa berpura-pura tidak mau—tapi tetap akan tambahkan semua karakter indie yang ada di dunia.
Tunggu dulu. Kalau dia benar-benar tidak peduli, kenapa kembali ke Smash? Kenapa tidak menolak permintaan Iwata?
Karena rasa hormat bukanlah gairah. Dia tidak menolak karena Iwata bukan sekadar atasan—dia seorang visioner yang percaya padanya.