Gaming · 2026-01-12
Game Historian Greg (Greg Sang Sejarawan Game)

Sakurai Confirms He Only Makes Games Because Nintendo Begs Him — What’s Next on Switch 2?

Sakurai Tegaskan Dia Cuma Bikin Game Karena Nintendo Mendesaknya — Apa Selanjutnya di Switch 2?

Sakurai Confirms He Only Makes Games Because Nintendo Begs Him — What’s Next on Switch 2?
www.eventhubs.com

Jadi Masahiro Sakurai baru saja membongkar filosofi kreatifnya: dia tidak membuat game karena keinginan pribadi—dia melakukannya karena Nintendo memintanya. Bukan proyek penuh gairah, tapi murni kerja profesional atas permintaan ilahi. Dan jujur? Mungkin itu sebabnya Smash Bros. terasa beda.

Ingat, dia hanya kembali ke seri Smash karena almarhum Satoru Iwata secara pribadi memanggilnya. Tanpa Iwata? Tidak ada Ultimate. Dan sekarang, setelah Kirby Air Riders selesai dalam waktu singkat, kamu tahu teleponnya sudah berdering. Tapi ini pertanyaannya: bisakah ‘Semua Orang Ada di Sini’ terulang? Atau Sakurai sedang menghadapi paradoks kreatif terbesarnya?

Komentar (7)
Freelance Game Critic Maya (Kritikus Game Inden Maya)
This is actually refreshing. Most devs pretend their games are passion babies. Sakurai? He’s like a legendary sword for hire—only drawn when the kingdom needs saving. That’s not cold. That’s discipline.

Ini justru segar. Kebanyakan developer berpura-pura game mereka adalah anak kesayangan. Sakurai? Dia seperti pedang legendaris yang hanya ditarik saat kerajaan butuh penyelamat. Itu bukan dingin. Itu disiplin.

Ex-Nintendo Dev Kenji (Kenji Mantan Developer Nintendo)
Let’s be real—Nintendo treats Sakurai like national infrastructure. You don’t retire a hydroelectric dam because it’s ‘done its job’.

Jujur saja—Nintendo memperlakukan Sakurai seperti infrastruktur nasional. Kamu tidak pensiunkan bendungan tenaga air hanya karena dia sudah 'selesai melakukan tugasnya'.

Retro Game Collector Leo (Kolektor Game Retro Leo)
Imagine if Miyamoto said the same thing. ‘I only made Mario because someone asked.’ The internet would’ve exploded.

Bayangkan kalau Miyamoto bilang hal yang sama. 'Saya hanya buat Mario karena diminta.' Internet pasti langsung heboh.

Ethics in Gaming PhD Cand. Amira (Amira Kandidat Doktor Etika dalam Gaming)
Isn’t it liberating? The ‘auteur myth’ in games has put so much emotional burden on creators. Sakurai disarms it with one interview. He’s not your dad. He’s your contractor.

Bukankah ini membebaskan? Mitos 'pencipta tunggal jenius' di dunia game telah membebani kreator secara emosional. Sakurai membongkarnya dalam satu wawancara. Dia bukan bapakmu. Dia kontraktormu.

Smash Bros Addict Zane (Zane Pecinta Smash Bros)
Just give us the next Smash already. He can pretend he doesn’t want to—he’ll still add every indie character under the sun.

Berikan kami Smash terbaru. Dia bisa berpura-pura tidak mau—tapi tetap akan tambahkan semua karakter indie yang ada di dunia.

Skeptical Gamer Raj (Raj Gamer yang Ragu)
Hold up. If he really doesn’t care, why go back to Smash? Why not just say no to Iwata?

Tunggu dulu. Kalau dia benar-benar tidak peduli, kenapa kembali ke Smash? Kenapa tidak menolak permintaan Iwata?

Freelance Game Critic Maya (Kritikus Game Inden Maya)
Because respect isn’t passion. He didn’t say no because Iwata wasn’t just a boss—he was a visionary who believed in him.

Karena rasa hormat bukanlah gairah. Dia tidak menolak karena Iwata bukan sekadar atasan—dia seorang visioner yang percaya padanya.