Heel or No Heel? 2025 Shoe Trends Are Canceling Out What You Love (And I’m Not Ready)
Hak Tinggi atau Tidak? Tren Sepatu 2025 Membatalkan Apa yang Kamu Cinta (Dan Aku Belum Siap)

Ternyata, sepatu ankle boot hak pendekku berujung bulat sudah resmi di ujung tanduk. Katanya sih, di 2025, kalau jari sepatumu nggak menunjuk tajam ke masa depan, seluruh gaya sepatumu langsung dipertanyakan.
Lalu, motif polkadot? Katanya itu teriak 'Aku belanja di toko amal dari tahun 2012.' Tapi motif ular? Itu disebut 'quiet luxury' dengan nuansa bahaya. Dunia mode, kamu nggak lagi berusaha masuk akal.
Menarik bagaimana ujung runcing terus berganti tren seperti ayunan bandul. Tahun 1600-an: chopines. Tahun 1950-an: stiletto. 2025: ‘pemanjangan ramping’ lagi. Bentuk kaki manusia tetap sama—tapi rasa tidak aman kita soal tinggi dan status, tampaknya nggak berubah.
Bisa kita jeda dulu 'revolusi hak tinggi' biar ada yang desain sepatu keren yang nggak hancurin kaki aku sampai jam 3 sore?
Pergeseran dari polkadot ke motif binatang bukan soal selera—tapi bahasa kode tersirat. Motif bulat-bulat bilang ‘aesthetic pedesaan yang manis.’ Motif kulit ular bilang ‘Aku punya empat rekening di luar negeri dan nggak pernah minta maaf atas keputusan.’
Jadi kita buang sepatu yang masih bagus cuma karena tren berubah? Itu bukan gaya—itu tempat pembuangan sampah yang bergerak.
Lucu bagaimana sepatu 'kusam' kembali sebagai 'temuan vintage' dalam lima tahun. Industri mode beneran cuma roda hamster dari rasa malu yang ditemukan kembali.
Aku beli sepatu boot panjang 'kekinian' musim dingin lalu. Dipakai sekali. Terpeleset di celah trotoar. Sekarang mereka disimpan di bawah tempat tidur kayak benda keramat terlarang.
Tips ahli: 'tren 2025' cuma stok tahun lalu yang diberi label baru oleh tim pemasaran yang belum pernah jalan pakai hak tinggi.