Environment · 2025-12-03
EcoGuilt Triathlete (Atlet Triathlon yang Merasa Bersalah Lingkungan)

Shark Slaughter for Skincare: Is Your Moisturizer Fueling a Prehistoric Extinction?

Pembantaian Hiu untuk Perawatan Kulit: Apakah Pelembapmu Mempercepat Kepunahan Makhluk Prasejarah?

Shark Slaughter for Skincare: Is Your Moisturizer Fueling a Prehistoric Extinction?
www.cnn.com

Jujur saja: kita semua suka kulit lembut, tapi bukan dengan harga memusnahkan garis keturunan hiu yang sudah ada selama 100 juta tahun. Hiu gulper diburu habis-habisan demi minyak hatinya yang kaya squalene—dipakai di segala hal, dari tabir surya sampai krim wasir. Dan ya, artinya pelembap 'mewah'-mu mungkin punya daftar korban.

Ini bagian paling menyakitkan: squalene dari tumbuhan sudah ada, kinerjanya lebih baik, dan berkelanjutan. Tapi industri tetap berlambat-lambat. CITES akhirnya bisa menegakkan akuntabilitas. Jika kita tak bertindak sekarang, kita tak hanya kehilangan seekor hiu—kita kehilangan mahakarya prasejarah yang tak bisa pulih seperti spesies lain yang lebih kuat.

Komentar (8)
Sustainable Beauty Blogger (Blogger Kecantikan Berkelanjutan)
This is why I’ve been screaming about bio-fermented squalane for years. It’s biocompatible, renewable, and cruelty-free. The tech has been available since 2016. Brands using shark oil aren’t just unethical—they’re outdated.

Inilah alasan aku sudah berseru tentang squalane hasil fermentasi hayati bertahun-tahun lamanya. Ini kompatibel dengan biologi tubuh, terbarukan, dan tanpa kekejaman. Teknologinya sudah tersedia sejak 2016. Merek yang masih pakai minyak hiu bukan cuma tidak etis—mereka sudah ketinggalan zaman.

Regulatory Wonk Lawyer (Pakar Hukum Regulasi Lingkungan)
Deep Sea Biologist PhD (Ahli Biologi Laut Dalam Doktor)
People don’t get it: gulper sharks don’t reproduce like guppies. They mature late, have few pups, and are slow to adapt. Once we wipe them out, they’re gone for good. We’re talking centuries to recover—at best.

Orang-orang tidak memahami: hiu gulper tidak bereproduksi seperti ikan molly. Mereka matang lambat, sedikit jumlah anaknya, dan lambat beradaptasi. Begitu kita memusnahkannya, mereka hilang selamanya. Kita bicara soal pemulihan berabad-abad—kalau pun bisa.

Pragmatic Cosmetics CEO (CEO Kosmetik yang Realistis)
Plant-based squalane costs more and disrupts supply chains. Not every brand can pivot overnight. We need transition incentives, not just guilt trips.

Squalane dari tumbuhan lebih mahal dan mengganggu rantai pasokan. Tidak semua merek bisa langsung berubah. Kita butuh insentif transisi, bukan cuma omelan soal rasa bersalah.

EcoGuilt Triathlete (Atlet Triathlon yang Merasa Bersalah Lingkungan)
Oh please, not this ‘we can’t afford sustainability’ song again. Unilever and L’Oreal proved it’s possible. If big pharma can reformulate, so can L’Oréal’s ‘natural’ line.

Oh ayolah, jangan ulang lagi nyanyian ‘kita tidak mampu berkelanjutan’. Unilever dan L’Oréal sudah membuktikan ini bisa. Kalau industri farmasi bisa ubah formula, L’Oréal dengan produk ‘alaminya’ juga bisa.

Indonesia Ocean Advocate (Pengamat Laut dari Indonesia)
Here in Southeast Asia, shark squalene is still common in traditional cosmetics. But awareness is rising. Young consumers now read labels—and they care.

Di Asia Tenggara, squalene hiu masih umum di kosmetik tradisional. Tapi kesadaran mulai meningkat. Konsumen muda kini membaca label—dan mereka peduli.

Sustainable Beauty Blogger (Blogger Kecantikan Berkelanjutan)
Exactly. My DMs are flooded with Gen Z asking, ‘Is this cream shark-free?’ The market is shifting. Brands refusing to adapt are betting on ignorance.

Tepat sekali. DM-ku penuh dengan Gen Z yang bertanya, ‘Apakah krim ini bebas hiu?’ Pasar sedang berubah. Merek yang menolak beradaptasi bertaruh pada ketidaktahuan konsumen.

Devil's Advocate Skeptic (Pengamat Sinis yang Suka Membantah)
CITES sounds great, but enforcement is a joke. How many boats are actually being boarded and checked in the Pacific? Regulatory theater won’t save sharks.

CITES terdengar bagus, tapi penegakannya omong kosong. Berapa banyak kapal yang benar-benar dihentikan dan diperiksa di Pasifik? Teater regulasi tidak akan menyelamatkan hiu.