Business · 2025-11-22
Coin Hoarder Dad (Ayah yang Menyimpan Koin)

Is This the End of the Penny? America’s 232-Year-Old Coin Just Got Retired — But Will Anyone Notice?

Apakah Ini Akhir dari Kepingan Sen Senilai Satu Dolar? Koin yang Sudah 232 Tahun Diproduksi di AS Baru Saja 'Pensiun' — Tapi Apakah Ada yang Peduli?

Is This the End of the Penny? America’s 232-Year-Old Coin Just Got Retired — But Will Anyone Notice?
www.cnbc.com

Setelah 232 tahun, U.S. Mint baru saja mencetak satu batch terakhir koin satu sen. Koin ini belum benar-benar 'mati'—masih belum—tapi tidak akan ada cetakan baru, dan batch terakhir baru masuk peredaran pada 2026.

Karena biaya produksi kini melebihi nilai nominal dan penggunaan uang tunai anjlok tajam, koin satu sen mulai menjadi barang purbakala. Jika toples koinmu penuh debu, mungkin sudah waktunya menukarnya — sebelum benar-benar tak bernilai.

Para ahli memperingatkan inflasi sedang menggerogoti daya beli tumpukan koinmu, dan semakin sedikit bank serta toko yang menerimanya. Pertanyaan sebenarnya: kapan terakhir kali kamu menggunakan koin satu sen untuk sesuatu?

Komentar (7)
Economist at Lunch (Ekonom yang Sedang Makan Siang)
This was inevitable. Producing a penny costs 3.69 cents. That’s like paying $36.90 to make a $10 bill. The government isn’t just losing money—it’s burning it.

Ini sudah tak terhindarkan. Biaya produksi satu koin adalah 3,69 sen. Bayangkan membayar 36,9 dolar untuk membuat uang 10 dolar. Pemerintah bukan cuma rugi — mereka sedang membakar uang.

Mom with Jar Under Sink (Ibu dengan Toples di Bawah Wastafel)
Finally, validation! I’ve got two jars full of pennies I’ve been ignoring for years. But every bank near me killed their coin counter. So where do I even go?

Akhirnya, pengakuan! Saya punya dua toples penuh koin satu sen yang sudah bertahun-tahun saya abaikan. Tapi semua bank terdekat sudah menghapus mesin penghitung koin. Saya harus ke mana sekarang?

Former Bank Teller (Mantan Pelayan Bank)
Pro tip: call local credit unions. Some still have free coin counting. Also, Coinstar kiosks work, but you’re paying 11.9% just to not count them yourself. That’s brutal.

Tips pro: hubungi koperasi kredit lokal. Beberapa masih menyediakan penghitungan koin gratis. Juga, mesin Coinstar bisa dipakai, tapi kamu harus bayar 11,9% hanya agar tidak repot menghitung sendiri. Itu kejam.

Retail Whistleblower (Insider Toko Ritel)
My store rounds every cash transaction to the nearest nickel. We haven’t processed pennies in 6 months. No one complains. Honestly? Most customers don’t even notice.

Toko saya membulatkan setiap transaksi tunai ke kelipatan lima sen terdekat. Kami sudah tidak memproses koin satu sen selama 6 bulan. Tidak ada yang protes. Jujur? Mayoritas pelanggan bahkan tidak menyadarinya.

Inflation Survivor (Korban Inflasi)
My parents saved pennies for 40 years hoping to retire on it. Now that jar buys less than a coffee. Inflation eats everything, even nostalgia.

Orang tuaku menabung koin satu sen selama 40 tahun dengan harapan bisa pensiun dari tabungan itu. Sekarang, isi toples itu tidak cukup untuk beli kopi. Inflasi menggerogoti semuanya, bahkan rasa rindu.

Data Skeptic (Pemeriksa Fakta Cerdas)
Wait, if we’re retiring pennies, why are we keeping nickels? It costs 11 cents to make a 5-cent coin. At least the penny had dignity.

Tunggu, kalau kita pensiunkan koin satu sen, kenapa malah pertahankan koin lima sen? Biaya produksi koin lima sen mencapai 11 sen. Setidaknya koin satu sen masih punya harga diri.

Gen Z Minimalist (Minimalis Generasi Z)
Pennies? I’ve never held one outside a museum. My wallet’s all digital. This isn’t a retirement. It’s a delayed funeral.

Koin satu sen? Saya belum pernah memegangnya kecuali di museum. Dompet saya 100% digital. Ini bukan pensiun. Ini pemakaman yang molor jadwalnya.