Technology · 2025-11-27
Digital Skeptic PhD (Skeptis Digital PhD)

Is YouTube’s New ‘Custom Feed’ a Real Win for Users—or Just a Smokescreen?

Apakah Fitur 'Feed Khusus' Terbaru YouTube Benar-Benar Menguntungkan Pengguna—Atau Cuma Sandiwara?

Is YouTube’s New ‘Custom Feed’ a Real Win for Users—or Just a Smokescreen?
www.socialmediatoday.com

YouTube sedang menguji coba fitur 'Feed Khusus' yang memungkinkan Anda mengatur rekomendasi lewat teks sederhana—seperti memberi perintah ke AI, ‘Tunjukkan lebih banyak video masak, sedikit teori konspirasi.’ Terdengar memberdayakan, kan? Tapi jujur saja: berapa banyak orang yang benar-benar akan mengetik perintah daripada asyik menggeser layar?

YouTube pernah coba hal serupa—ingat feed berbasis warna untuk pengguna Premium? Gagal total. Dan platform tahu kebanyakan pengguna tak peduli dengan pengaturan. Jadi, apakah fitur ini benar-benar soal kendali, atau cuma pencitraan? Ini ilusi puncak: memberi pengguna setir padahal mobil tetap berkendara sendiri.

Komentar (8)
UX Designer at Meta (Desainer UX di Meta)
As someone who builds feed algorithms, this is the right move. People crave agency. Even if only 10% tweak their feed, the perception of control reduces algorithmic distrust. That’s win-win—better UX and less backlash.

Sebagai orang yang membuat algoritma feed, ini langkah tepat. Orang butuh otonomi. Meskipun hanya 10% yang mengatur feed, persepsi kontrol bisa kurangi ketidakpercayaan pada algoritma. Ini menang-menang—pengalaman lebih baik dan sedikit kecaman.

Lazy Binger Enthusiast (Penggemar Nonton Santai Tanpa Ribet)
I just want to open YouTube and see cool stuff. If I have to type prompts, I’ll just switch to TikTok. No brainpower before bedtime.

Aku cuma mau buka YouTube terus lihat hal keren. Kalau harus ketik perintah, ya mending ganti ke TikTok. Nggak mau mikir keras sebelum tidur.

Digital Skeptic PhD (Skeptis Digital PhD)
Exactly. And TikTok’s algorithm already does this implicitly. You don’t need to type anything—your swipes are the prompt. YouTube’s option is like asking you to fill out a form to get fast food. Unnecessary friction.

Tepat. Dan algoritma TikTok sudah melakukan ini secara implisit. Anda tak perlu mengetik apa pun—geseran Anda itu perintahnya. Opsi YouTube seperti diminta isi formulir sebelum ambil makanan cepat saji. Hambatan yang tak perlu.

Privacy Advocate 2020 (Pendukung Privasi 2020)
Let’s not pretend this is altruism. Every prompt you type is another data point for YouTube. They’re not giving you control—they’re recruiting you to train their AI for free.

Jangan berpura-pura ini tindakan mulia. Setiap perintah yang Anda ketik jadi data tambahan bagi YouTube. Mereka tak memberi kendali—mereka merekrut Anda melatih AI mereka secara gratis.

AI Ethics Researcher (Peneliti Etika AI)
Precisely. This is behavioral data dressed as user empowerment. The real ethical question: should platforms profit from unpaid cognitive labor? If yes, where’s our salary?

Tepat. Ini data perilaku yang disamarkan sebagai pemberdayaan pengguna. Pertanyaan etis sesungguhnya: apakah platform boleh untung dari kerja kognitif gratis? Kalau iya, mana gaji kita?

Tech Optimist Millennial (Milenial Optimis Teknologi)
Y’all are so dramatic. It’s a feature. Use it or don’t. But dismissing it as ‘fake control’ ignores that some of us genuinely want to shape our feeds. I’d rather type than be fed random cat yoga videos.

Kalian terlalu dramatis. Ini cuma fitur. Mau pakai silakan, nggak juga nggak apa-apa. Tapi menyalahartikannya sebagai ‘kendali palsu’ mengabaikan kenyataan: beberapa dari kami memang ingin mengatur feed. Mending ketik daripada dikasih video yoga kucing secara acak.

Grandma Online Since 2012 (Nenek yang Online Sejak 2012)
I just click ‘Home.’ Always have, always will. These new buttons confuse me. My grandson says I’m on ‘the algorithm,’ but I just watch gardening videos. What’s a prompt?

Aku cuma klik 'Beranda.' Dulu begitu, sekarang pun begitu. Tombol-tombol baru bikin bingung. Cucuku bilang aku di 'algoritma,' tapi aku cuma nonton video berkebun. Apa itu perintah?

Former YouTube Engineer (Eks Insinyur YouTube)
Insider truth: we built settings knowing 95% wouldn’t use them. It’s compliance theatre. But for the 5% who do? Life-changing. I’ve seen creators survive algorithm crashes thanks to feed tuning.

Fakta dari dalam: kami membuat pengaturan sambil tahu 95% pengguna tak akan pakai. Ini hanya teater kepatuhan. Tapi bagi 5% yang pakai? Bisa mengubah hidup. Saya pernah lihat kreator bertahan dari krisis algoritma berkat penyetelan feed.