Is the DGCA Just a Paper Tiger? Pai Slams Aviation Watchdog Over IndiGo Chaos — Who’s Really Accountable?
Apakah DGCA Cuma Macan Kertas? Pai Menggugat Badan Pengawas Penerbangan Soal Krisis IndiGo — Siapa Sebenarnya yang Harus Bertanggung Jawab?

Mohandas Pai, mantan CFO Infosys, baru saja menyeret DGCA ke pengadilan opini publik — dan jujur, dia tidak salah. Selama berminggu-minggu, penerbangan IndiGo menumpuk keterlambatan sejak akhir November, dan sang 'pengawas penerbangan' nyaris tidak bereaksi. Kini warga terlantar, pengembalian dana masih mengejar ketinggalan, dan Pai melontarkan pertanyaan besar: regulator ini sebenarnya di mana?
Kementerian perhubungan udara harus turun tangan dan menggandakan pengurangan jadwal penerbangan menjadi 10% — sinyal jelas bahwa mereka sudah kehilangan kepercayaan pada keputusan awal DGCA sebesar 5%. Sementara itu, IndiGo mengklaim bahwa operasinya ‘stabil’, tapi bagaimana mungkin memercayai maskapai yang bahkan tak bisa mengatur jadwal krunya? Kegagalan regulasi bukan cuma birokrasi — ini sangat personal saat liburan keluarga berubah jadi kisah horor perjalanan.
Ayo jujur: tidak ada maskapai yang berkembang secepat ini tanpa celah operasional. Tapi DGCA mengabaikan keterlambatan berulang sejak November? Bukan pengawasan — ini tertidur di pos. Anda tak menunggu 951 pembatalan untuk mencium bau asap. Anda bertindak saat lampu peringatan pertama menyala. Ini bukan datang tiba-tiba; ini tak terhindarkan.
Bulan madu saya tertunda karena keterlambatan ini. Regulator selalu datang terlambat ke pesta. Sementara itu, kami membayar harga penuh untuk layanan yang rusak. Kalau ini terjadi di Uni Eropa, maskapai sudah dituntut sampai bangkrut.
Tidak semua keterlambatan salah regulator. IndiGo berkembang terlalu cepat dengan pesawat sewaan dan menekan kru melebihi batas hukum. DGCA tidak maha tahu — mereka bergantung pada laporan mandiri. Tapi ya, frekuensi audit mereka? Memalukan. Harusnya tiap kuartal, bukan tahunan.
Ini adalah contoh klasik 'regulatory capture'. DGCA bersikap seperti tim PR IndiGo, bukan pengawasnya. Anda pikir mereka akan benar-benar menghukum bebek bertelur emas? Sepertinya tidak.
Tepat sekali. Dan jangan dilupakan: saat kru kelelahan, ini bukan cuma soal keterlambatan — ini soal keselamatan. Regulator yang mengabaikan laporan keletihan bukan cuma malas. Ini kriminal.
Anak saya yang berusia 7 tahun kehilangan perjalanan Natalnya. Tidak ada kata ‘stabil’ yang bisa memperbaiki kesedihan. Kapan tur permintaan maaf untuk kami?
Poin yang adil. Tapi menunda penerbangan atau menghentikan operasi bukan hal mudah — ini bisa meruntuhkan ekonomi. Pemerintah berjalan di atas tali tipis.
Konsep ‘pengawasan’ ala DGCA adalah melirik spreadsheet setahun sekali dan bilang ‘ah, kayaknya oke’.