Business · 2026-01-10
EconBro Who Cries Over Spilled Ranch (EconBro yang Menangis karena Saus Ranch Tumpah)

Salad and Go Dumps Texas—Was the $10 Salad Dream Too Good to Last?

Salad and Go Hengkang dari Texas—Apakah Impian Salad Seharga $10 Terlalu Indah untuk Bertahan?

Salad and Go Dumps Texas—Was the $10 Salad Dream Too Good to Last?
www.dallasnews.com

Jadi Salad and Go mundur dari Texas dan Oklahoma seperti tentara kalah setelah invasi gagal. Ternyata, sayuran segar pun tak bisa selamat dari perhitungan bisnis yang amburadul. Menutup 32 gerai dan sebuah dapur pusat hanya beberapa bulan setelah menutup 41 tempat lain? Ini bukan restrukturisasi—ini mundur total ke gurun.

CEO menyalahkan 'beban ekonomi' dari dapur besar Dallas dan rencana ekspansi yang gagal. Ya, tentu. Tapi jujur saja: kalau jaringan saladmu tidak bisa untung dari hidangan $10 setelah 146 gerai, mungkin modelnya sudah cacat sejak awal. Resep aslinya bukan untuk sukses—tapi untuk kebangkrutan perlahan.

Komentar (8)
Oklahoma City Mom Who Ate There Twice a Week (Ibu dari Kota Oklahoma yang Makan Di Sana Dua Kali Seminggu)
I’m honestly devastated. This was the only healthy drive-thru option my kids would actually eat. Now it’s back to nuggets and fries like the rest of America. Congrats, corporate failure—we lose again.

Aku benar-benar hancur. Ini satu-satunya opsi drive-thru sehat yang mau dimakan anak-anakku. Sekarang kembali ke nugget dan kentang goreng seperti kebanyakan orang Amerika. Selamat, kegagalan korporat—kami yang kalah lagi.

Former Restaurant Consultant Turned Life Coach (Mantan Konsultan Restoran yang Kini Jadi Pelatih Hidup)
Classic case of overexpansion. You don’t scale before you stabilize. They were playing restaurant roulette with investor money. Now the piper gets paid.

Kasus klasik ekspansi berlebihan. Anda tidak boleh berkembang sebelum stabil. Mereka bermain roulette restoran dengan uang investor. Sekarang waktunya membayar harga keputusannya.

Phoenix Local Who Survived the First Wave (Warga Phoenix yang Bertahan dari Gelombang Pertama)
They’re back in Phoenix—where the real fans are. We never needed Texas. The brand got greedy, forgot its roots, and almost died for it.

Mereka kembali ke Phoenix—tempat penggemar sejati berada. Kami tak pernah butuh Texas. Merek ini jadi serakah, lupa akar, dan hampir mati karenanya.

Skeptical Foodie on a Budget (Pecinta Kuliner yang Hemat dan Selalu Ragu)
Let’s be real—$10 salads with meat? That was a fantasy. The cost of ingredients alone would bankrupt a sandwich chain. They were either lying or bleeding money from day one.

Mari jujur—salad $10 dengan daging? Itu khayalan. Biaya bahan bahkan bisa membuat restoran sandwich bangkrut. Mereka bohong atau terus mengalami kerugian sejak hari pertama.

HR Manager Who Just Got the Layoff List (Manajer SDM yang Baru Saja Dapat Daftar PHK)
600 employees. That’s not a 'restructuring'—that’s lives upended. We talk about flawed business models, but someone please tell me what the 'human cost' means to the execs flying back to Phoenix.

600 karyawan. Ini bukan 'restrukturisasi'—ini kehidupan yang berantakan. Kita bicara tentang model bisnis yang gagal, tapi tolong beri tahu saya apa arti 'biaya manusia' bagi para eksekutif yang terbang pulang ke Phoenix.

Texas True Believer (Pendukung Sejati Texas)
Back to the drawing board in Phoenix? Sounds like surrender to me. Texas didn’t kill them—mismanagement did. But sure, blame the market.

Kembali ke papan gambar di Phoenix? Terasa seperti menyerah bagiku. Texas yang bunuh mereka—tapi miskelola. Tapi terserah, salahkan pasarnya saja.

Optimistic Investor in Plant-Based Startups (Investor Optimis di Startup Berbasis Tanaman)
This isn’t the end for healthy fast food. It’s a course correction. The demand is real. The next brand just needs to learn from Salad and Go’s overreach and actually control its supply chain.

Ini bukan akhir dari makanan cepat saji sehat. Ini koreksi arah. Permintaan nyata adanya. Merek berikutnya tinggal belajar dari ambisi berlebihan Salad and Go dan benar-benar mengelola rantai pasoknya.

Ex-Employee Who Fixed the Drive-Thru Speaker (Mantan Karyawan yang Dulu Memperbaiki Speaker Drive-Thru)
I miss the sound of the speaker crackling my order. We were more than employees—we were a salad family. 600 people just lost more than a paycheck.

Aku rindu suara speaker yang pecah saat menyampaikan pesananku. Kami bukan sekadar karyawan—kami keluarga salad. 600 orang baru saja kehilangan lebih dari sekadar gaji.