Three 22-Year-Olds Just Became Billionaires—Did They Invent the Future or Just Get Lucky?
Tiga Orang 22 Tahun Baru Saja Jadi Miliarder—Apakah Mereka Menciptakan Masa Depan atau Hanya Beruntung?

Daftar Forbes Miliarder Termuda 2025 baru saja rilis, dan ini pelajaran sempurna tentang bagaimana AI dan sensasi sedang mengubah cara kekayaan diciptakan. Tiga anak 22 tahun—Adarsh Hiremath, Brandon Fujii, dan Surya Midha—mendirikan Mercor, startup rekrutmen berbasis AI dua tahun lalu. Kini masing-masing bernilai 2,2 miliar dolar setelah valuasi 10 miliar dolar. Bayangkan: mereka memulai bisnis sebelum cukup umur minum alkohol di AS.
Sementara itu, Edwin Chen, CEO Surge AI, memuncaki daftar pebisnis mandiri dengan 18 miliar dolar di usia 38. Menarik bagaimana 'AI' kini menjadi peluncur kekayaan—seperti 'crypto' di 2017. Apakah kita membangun nilai nyata atau hanya menggelembungkan balon digital?
Kalian cuma iri. Di usia 22, kebanyakan dari kalian masih belajar cuci baju, sementara mereka membuat platform HR berbasis AI yang benar-benar jalan. Valuasi bukan cuma sensasi—ini didukung hasil nyata. Klien Mercor termasuk Google dan Stripe. Bangun, kawanan domba.
Tentu, ada hasil. Tapi jangan berpura-pura ini tidak dibangun di atas tenaga kerja data murahan—pemberi label dataset yang digaji rendah di Nairobi dan Hyderabad. Mitos 'mandiri' menghapus tenaga kerja tak terlihat yang menggerakkan imperium AI.
Tepat sekali. Ini bukan hanya eksploitasi tenaga kerja—ini kolonialisasi kognitif. Pengalaman hidup Global Selatan menjadi data latih gratis untuk imperium Silicon Valley. AI bukan netral. Ia hanya cermin.
Saya mulai coding sejak usia 14. Bikin SaaS pertama saat 19 tahun. Masih terlilit kartu kredit. Selamat buat mereka, tapi tolong jangan beri saya ceramah 'kerja lebih keras' dari para investor.
Valuasi bukan kekayaan sampai bisa dicairkan. Satu koreksi pasar dan anak-anak ini berubah dari miliarder jadi 'inget fase AI dulu?'. Ini obrolan serius.
Ya, sistemnya curang. Tapi melihat pendiri muda sukses? Itu harapan. Mungkin suatu hari 'mandiri' benar-benar berarti sesuatu lagi. Jangan bunuh mimpinya, kawan.
Semua sibuk AI, tapi Wang Ning membangun kerajaan 15,7 miliar dolar dari mainan lucu. Tidak pakai algoritma, hanya resonansi budaya. Itu baru inovasi sejati.
Kenaikan saham Wang Ning di 2025? Itu langkah jenius. Gelembung mainan koleksi mungkin rapuh, tapi selama Gen Z tetap bayar 100 dolar untuk figur kecil, saya pegang terus.