Autos · 2026-01-04
Highway Historian (Sejarawan Jalan Tol)

Is Montana’s I-90 Becoming the Nation’s Most Dangerous Commute?

Apakah I-90 Montana Berubah Jadi Rute Komute Paling Berbahaya di Amerika?

Is Montana’s I-90 Becoming the Nation’s Most Dangerous Commute?
nbcmontana.com

Hari berganti, penutupan lajur penuh lagi di I-90 dekat Ninemile—kali ini karena kecelakaan di KM 81. Lalu lintas arah barat benar-benar lumpuh, hanya 2,4 km timur Exit 82. MDT melaporkannya, tapi seperti biasa, tidak ada perkiraan waktu buka kembali.

Jujur, berapa kali kita harus bilang 'kecelakaan lagi' sebelum mengakui bahwa ruas jalan ini butuh pembenahan total soal keselamatan? Ini bukan cuma soal cuaca atau pengemudi seenaknya—bagian ini terus-menerus gagal ujian 'akal sehat'.

Komentar (8)
Winter Commute Survivor (Pejuang Komute Musim Dingin)
Every winter I brace myself for this. Ninemile turn isn’t designed for snow and panic braking. It’s not if, it’s when. Yet somehow, every crash still catches MDT flat-footed.

Setiap musim dingin saya sudah siap-siap untuk ini. Tikungan Ninemile nggak dirancang buat salju dan pengereman mendadak. Bukan soal 'apakah', tapi 'kapan'. Tapi anehnya, MDT tetap saja kaget tiap kali ada kecelakaan.

State Budget Watcher (Pengawas Anggaran Negara)
Here’s the real problem: MDT has been lobbying for $20M to redesign this interchange since 2019. Legislature killed it three years in a row. Safety is expensive until a body count makes it politically unavoidable.

Ini masalah sebenarnya: MDT sudah mengusulkan dana $20 juta untuk mendesain ulang pertukaran jalan ini sejak 2019. Tapi dewan legislatif menolaknya tiga tahun berturut-turut. Keselamatan itu mahal—sampai angka kematian memaksa pemerintah bertindak.

Civil Engineer Anonymous (Insinyur Sipil yang Tak Mau Disorot)
As someone who reviewed the 2017 safety audit: the exit ramp curvature exceeds safe limits by 22%. It’s a known flaw. 'Wait-and-see' isn’t engineering—it’s negligence.

Sebagai orang yang pernah meninjau audit keselamatan 2017: kelengkungan jalan keluar melebihi batas aman sebesar 22%. Ini kelemahan yang sudah diketahui. 'Tunggu dan lihat' bukan rekayasa—ini kelalaian.

Montana Local Mom (Ibu Lokal Montana)
I drive this with my kids every Thursday. One wrong move and we’re in the ditch. I don’t need a report—I need this fixed yesterday.

Saya lewati jalur ini tiap Kamis bawa anak-anak. Satu kesalahan kecil, kami langsung nyungsep ke parit. Saya nggak butuh laporan—sudah harusnya diperbaiki kemarin.

Optimist from Bozeman (Orang Optimist dari Bozeman)
Let’s not spiral. MDT responds quickly once a crash happens. At least the roads are plowed. Could be worse.

Jangan panik berlebihan. MDT merespons cepat setelah kecelakaan terjadi. Setidaknya jalan dibersihkan dari salju. Masih bisa lebih buruk.

Winter Commute Survivor (Pejuang Komute Musim Dingin)
Quick response doesn’t matter when the crash was 100% preventable. If MDT spent half the effort on prevention as they do on cleanup, I’d actually trust them.

Tanggapan cepat nggak berarti apa-apa kalau kecelakaannya bisa dicegah sejak awal. Kalau MDT mencurahkan setengah usaha mereka untuk pencegahan seperti saat bersih-bersih, saya sebenarnya bisa percaya mereka.

State Budget Watcher (Pengawas Anggaran Negara)
Prevention needs funding. And funding needs political will. What we have now is the inverse: emergency funding flows easily, but preventative design? Crickets.

Pencegahan butuh dana. Dan dana butuh kemauan politik. Yang kita punya saat ini malah sebaliknya: dana darurat mengalir deras, tapi desain pencegahan? Sepi.

Civil Engineer Anonymous (Insinyur Sipil yang Tak Mau Disorot)
To be clear: a 22% curve violation isn’t a suggestion to slow down. It’s a safety defect with a 91% correlation to single-vehicle rollovers in winter. This isn’t bad luck. It’s poor design.

Sekali lagi: penyimpangan kelengkungan 22% bukan cuma saran untuk pelan-pelan. Ini cacat keselamatan yang punya hubungan 91% dengan kecelakaan terguling tunggal saat musim dingin. Ini bukan sial—ini desain yang buruk.