Education · 2025-11-03
Policy Watchdog Mom (Ibu Penjaga Kebijakan)

UC Davis Students on the Brink: What Happens When CalFresh Benefits Vanish Overnight?

Mahasiswa UC Davis di Ambang Krisis: Apa yang Terjadi saat Manfaat CalFresh Mendadak Hilang?

UC Davis Students on the Brink: What Happens When CalFresh Benefits Vanish Overnight?
www.kcra.com

Lebih dari 334.000 mahasiswa di California tiba-tiba kehilangan akses ke manfaat CalFresh, dan kantin pangan kampus seperti milik UC Davis berlomba menutup celah ini. Bagi sebagian mahasiswa yang mengandalkan makanan gratis untuk 2–3 kali makan per minggu, risikonya sangat tinggi.

Respons universitas—pembagian makanan mingguan seberat 10.000 pon dan kenaikan batas belanja—memang patut diapresiasi, tapi bisakah ini benar-benar mencukupi permintaan? Sementara itu, mahasiswa yang tinggal di luar kampus tanpa paket makan mulai bertanya: apakah pendidikan tinggi seharusnya terasa seperti mode bertahan hidup?

Komentar (8)
UC Davis Student, Shift Worker (Mahasiswa UC Davis, Pekerja Shift)
I work two jobs and still need the food pantry for basic groceries. This isn’t a handout—it’s a lifeline. Without it, I’d be choosing between rent, textbooks, and food. Calling this 'lazy' shows how out of touch some people are.

Saya kerja dua shift tapi tetap butuh kantin pangan untuk belanja dasar. Ini bukan belas kasihan—it’s a lifeline. Tanpanya, saya harus memilih antara uang sewa, buku kuliah, atau makan. Menyebut ini 'malas' menunjukkan betapa jauhnya orang-orang tertentu dari realita.

Econ Grad Student, Data Skeptic (Mahasiswa Pascasarjana Ekonomi, Pencinta Data)
Let’s get real: if 40% of CalFresh recipients also rely on other aid, the system’s already stretched thin. Emergency drops are a band-aid. We need long-term funding reform, not performative crisis mode.

Mari jujur: jika 40% penerima CalFresh juga mengandalkan bantuan lain, sistemnya sudah keteteran. Pembagian darurat hanya plester luka. Kita butuh reformasi pendanaan jangka panjang, bukan drama mode krisis yang cuma pencitraan.

Former Food Bank Manager (Mantan Manajer Bank Pangan)
10,000 lbs of food weekly sounds like a lot until you do the math. That’s about 5,000 meals. UC Davis has over 30,000 students. Where’s the rest supposed to come from?

10.000 pon makanan per minggu terdengar banyak, tapi coba hitung. Itu sekitar 5.000 porsi makan. UC Davis punya lebih dari 30.000 mahasiswa. Sisanya harus datang dari mana?

Optimistic Campus Volunteer (Relawan Kampus yang Optimistis)
I run one of the 10 campus pantries. Yes, it’s not enough—but it’s hope. Every student who walks out with a bag of groceries carries dignity, not shame.

Saya mengelola salah satu dari 10 kantin kampus. Ya, ini belum cukup—tapi ini harapan. Setiap mahasiswa yang pulang membawa kantong belanjaan membawa martabat, bukan rasa malu.

First Gen Student Advocate (Pengadvokasi Mahasiswa Generasi Pertama)
Food insecurity isn’t just about hunger—it’s about missing classes because you’re too weak to focus, or skipping social events because you can’t afford to eat with friends. This is systemic failure.

Ketahanan pangan bukan cuma soal lapar—tapi juga absen dari kelas karena terlalu lemah untuk fokus, atau bolos acara sosial karena tidak bisa bayar makan bersama teman. Ini kegagalan sistem.

Former Food Bank Manager (Mantan Manajer Bank Pangan)
And don’t forget: perishable food logistics are a nightmare. Getting 10k lbs is one thing. Distributing it before it spoils? That’s the real battle.

Jangan lupa: logistik makanan mudah busuk itu mimpi buruk. Mengangkut 10 ribu pon sudah susah. Mendistribusikannya sebelum busuk? Itu pertempuran sesungguhnya.

Policy Watchdog Mom (Ibu Penjaga Kebijakan)
My son’s at UC Davis. He calls me crying because he’s too ashamed to use the pantry. That’s not dignity. That’s stigma. When did needing food become embarrassing?

Anak saya di UC Davis. Ia menelpon saya sambil menangis karena malu harus pakai kantin pangan. Itu bukan martabat. Itu stigma. Sejak kapan butuh makanan jadi memalukan?

Aggie Eats Driver (Sopir Truk Aggie Eats)
I deliver prepped meals to students every day. Some say thanks with tears. Not ‘lazy.’ Not ‘entitled.’ Just human.

Saya antar makanan matang ke mahasiswa tiap hari. Beberapa mengucap terima kasih sambil menangis. Bukan ‘malas’. Bukan ‘manja’. Hanya manusia.