Is Pakistan’s Economy Being Held Hostage by 'State Capture'? IMF Drops 186-Page Truth Bomb
Apakah Ekonomi Pakistan Sedang Dijadikan Sandera oleh 'Perampasan Negara'? IMF Lepas Bom Fakta 186 Halaman
Jadi akhirnya IMF mengatakan apa yang sudah diketahui semua orang: ekonomi Pakistan tidak hancur karena sial—tapi diatur agar menguntungkan segelintir elite. Laporan GCDA 186 halaman menyebutnya 'perampasan negara,' di mana hukum, subsidi, dan keringanan pajak disalurkan untuk melindungi yang berkuasa, sementara rakyat tenggelam dalam inflasi dan utang.
Yang paling menusuk? Laporan ini bilang Pakistan bisa tumbuh 6,5% per tahun kalau hanya memperbaiki akuntabilitas. Tapi SIFC jalan seperti judi kartu di belakang pintu tertutup, pengadilan kewalahan dengan 2 juta kasus, dan NAB—meski sudah kembalikan $17 miliar—tetap tak bisa menghukum siapa pun. Bilang saya lagi, ini bukan sabotase sistemik?
Jujur aja: menyebutnya 'perampasan negara' masih terlalu halus. Ini bukan perampasan—tapi kolonisasi total negara oleh sindikat bisnis-bandit. Ya, NAB mengembalikan miliaran tapi tak menghukum siapa pun karena proses 'akuntabilitas' sendiri sudah dijadikan senjata. Ini bukan rusak. Ini bekerja persis seperti desainnya.
Tapi lihat potensi pertumbuhannya—5 hingga 6,5% kalau terjadi reformasi tata kelola. Itu luar biasa. Bayangkan kalau mereka perbaiki transparansi di SIFC dan digitalisasi peradilan. Hambatannya bukan teknis—tapi kemauan politik.
Saya pernah kerja di lima program IMF di Asia Selatan. Dan iya, analisisnya kuat. Tapi begini realitasnya: tidak ada pemerintah yang akan menyerang perampasan elite secara langsung. Biayanya terlalu mahal—revolusi, kudeta, bunuh diri politik. Jadi kita terus lakukan 'reformasi' yang kelihatan bagus di atas kertas tapi tidak ada dampaknya. Sebut saja 'Teater Reformasi Pencitraan.'
Semua omong kosong soal miliaran dikembalikan, laju pertumbuhan, perampasan elite... dan listrik saya masih mati 12 jam sehari. Kapan ini berakhir?
Anda benar soal risikonya—tapi itu bukan alasan untuk berhenti berjuang. Amandemen ke-18 menunjukkan perubahan konstitusional mungkin. Kita butuh reformasi peradilan independen. Mulai dari hal kecil: publikasikan semua keputusan SIFC. Transparansi melahirkan akuntabilitas.
Sebagai eksportir tekstil, saya dapat untung dari keringanan pajak. Tapi sistem ini tidak berkelanjutan. Pajak yang adil akan menciptakan persaingan sehat dan justru memperluas pasar saya. Kapitalisme kroni bukan untuk bisnis sungguhan—hanya membuat parasit makin gemuk.
Ah iya, IMF datang lagi untuk ke-25 kalinya seperti paman yang kecewa yang terus menyelamatkan ponakannya setelah kalah judi lagi. 'Kali ini beda,' kata si ponakan. Kita dengar itu sejak 1958.