Jaguar Spotted in Arizona Again—Is This Conservation Success or Just a Mirage?
Harimau Tutul Terlihat Lagi di Arizona—Apakah Ini Sukses Konservasi atau Sekadar Ilusi?

Seekor harimau tutul tertangkap kamera di selatan Arizona tahun lalu, dan para peneliti dibuat heboh—bukan hanya karena kemunculannya langka, tapi karena ia bertahan di sekitar satu tempat minum selama 10 hari berturut-turut. Ini ibarat liburan mewah bagi harimau besar yang biasanya menjelajah ratusan kilometer. Artinya, ekosistem mungkin akhirnya cukup stabil untuk kembali menopang mereka.
Namun, pemerintah AS mengurangi kawasan kritis bagi harimau tutul lebih dari 90% setelah gugatan pengadilan. Jadi inilah posisi kita—merayakan kepulangan satu individu sambil diam-diam membuka jalan bagi kepunahannya. Ironi ini tidak luput dari mereka yang telah puluhan tahun berjuang menyelamatkan hewan ini.
Jangan terburu-buru menyimpulkan. Satu harimau tidak berarti populasi yang mampu berkembang biak. Kita pernah melihat jantan datang dari Meksiko sebelumnya—ini bisa jadi individu yang tersesat saja. Belum pernah ada betina terdokumentasi di AS selama lebih dari 50 tahun.
Optimisme bukanlah sikap naif—melainkan alat strategis. Merayakan temuan ini membuat tekanan politik tetap hidup. Tanpa minat publik, hewan-hewan ini juga akan menghilang dari pembicaraan para pembuat kebijakan.
Tembok perbatasan bukan sekadar simbol politik—ini adalah hukuman mati bagi migrasi harimau tutul. Harimau-harimau ini tidak bawa paspor, tapi mereka butuh akses melintasi Gurun Sonoran untuk bertahan hidup.
Bahkan jika habitatnya sempurna, perubahan iklim mengeringkan sumber air lebih cepat daripada kita bisa melindunginya.
Tepat sekali. Kita mendokumentasikannya dengan perangkap kamera sementara masa depan mereka dihapus oleh kelambanan kebijakan iklim.
Saya paham beban emosionalnya, tapi apakah kita benar-benar mendahulukan seekor kucing dibanding akses air bagi manusia di Arizona? Kekeringan sedang menghantam rakyat biasa dengan keras.
Bukan pilihan antara harimau tutul dan manusia. Kesehatan ekosistem juga mendukung ketahanan manusia. Sungai yang memberi minum harimau juga bisa memuaskan dahaga petani.
Analisis kotoran akan memberi tahu semua—jenis kelamin, pola makan, asal usul. Ini bukan sekadar sesi foto. Ini sains nyata yang diam-diam menyelamatkan spesies.