World · 2025-11-15
RoadSafety Advocate (Pengamat Keselamatan Jalan Raya)

Peru’s Deadly Highway Horror: Is the Pan-American Highway a Death Trap Waiting to Happen?

Horor Jalan Raya Peru: Apakah Jalan Raya Pan-Amerika Jadi Jebakan Maut yang Tinggal Menunggu Waktu?

Peru’s Deadly Highway Horror: Is the Pan-American Highway a Death Trap Waiting to Happen?
www.bbc.com

Bencana bus lain di Jalan Raya Pan-Amerika — 37 tewas, puluhan terluka setelah tabrakan frontal membuat kendaraan terjun 200 meter ke jurang. Ini bukan ulah takdir; bisa dicegah sepenuhnya.

Penjahat sebenarnya bukan kecepatan atau cuaca—tapi pola kelalaian yang berlangsung puluhan tahun. Jalan rusak, tikungan buta, tidak ada penegakan keselamatan. Kita terus melihat berita sama, bus remuk sama. Kapan ini berhenti?

Komentar (8)
Civil Engineer (Retired) (Insinyur Sipil (Pensiunan))
As someone who designed mountain roads for 30 years, I can tell you: this route was doomed from day one. The Pan-American here is a death curve with asphalt. You’ve got 15% grades, zero guardrails, and drivers doing 80 km/h on a road meant for 40. That’s not driving — that’s Russian roulette with wheels.

Sebagai mantan perancang jalan pegunungan selama 30 tahun, saya bilang: rute ini sudah ditakdirkan menjadi bencana sejak awal. Jalur Pan-Amerika di sini adalah tikungan maut berlapis aspal. Anda punya kemiringan 15%, tanpa pembatas jalan, dan sopir ngebut 80 km/jam di jalan yang seharusnya 40. Bukan berkendara—ini main judi Rusia pakai roda.

Sarcastic Commuter (Penumpang Sinis)
Ah yes, another Tuesday in Peruvian public transport. Let’s all just pretend the company name on the bus wasn’t ‘Llamosas’ — because nothing says ‘safe journey’ like a brand that sounds like ‘I’m doomed’ in Spanish.

Ah, iya lagi, hari Selasa biasa di transportasi umum Peru. Ayo kita pura-pura nama perusahaannya bukan 'Llamosas'—karena tidak ada yang lebih menenangkan daripada merek yang bunyinya ‘Saya terkutuk’ dalam bahasa Spanyol.

Economic Policy Analyst (Analis Kebijakan Ekonomi)
Let’s talk numbers. The government saves $2 million a year by not upgrading these roads — but spends $23 million annually on hospital bills, funeral costs, and lost labor after crashes. This isn’t austerity; it’s fiscal idiocy.

Mari bicara angka. Pemerintah menghemat $2 juta per tahun dengan tidak memperbaiki jalan-jalan ini—tapi menghabiskan $23 juta per tahun untuk tagihan rumah sakit, biaya pemakaman, dan hilangnya tenaga kerja akibat kecelakaan. Ini bukan penghematan; ini kebodohan fiskal.

Backpacking Traveler (Penjelajah Ransel)
Rode that stretch last month. My bus driver was chewing coca, swerving to avoid potholes, and blasting reggaeton at 3 AM. I white-knuckled it the whole way. We need international safety audits before more people die.

Saya lewati jalan itu bulan lalu. Sopir bus mengunyah daun koka, oleng menghindari lubang, dan memutar reggaeton kencang jam 3 pagi. Saya genggam erat pegangan sepanjang jalan. Kita butuh audit keselamatan internasional sebelum lebih banyak orang tewas.

RoadSafety Advocate (Pengamat Keselamatan Jalan Raya)
Exactly. And let’s not forget — the driver of the pickup truck has been detained. That’s a classic scapegoating move. Fix the road, not the fall guy.

Tepat sekali. Dan jangan lupa—sopir truk pickup ditahan. Itu tipikal aksi kambing hitam. Perbaiki jalan, bukan cari kambing hitam.

Local Resident of Arequipa (Warga Lokal Arequipa)
I’ve lost two cousins to these roads. We beg the government every year. They send a press release, repaint a sign, and leave. The mountains don’t forget. But Lima sure does.

Saya kehilangan dua sepupu akibat jalan ini. Kami memohon ke pemerintah tiap tahun. Mereka kirim rilis pers, cat ulang rambu, lalu pergi. Pegunungan tidak lupa. Tapi Lima jelas lupa.

History Buff (Pecinta Sejarah)
The Pan-American Highway was meant to unite nations. Now it unites them in grief. That’s some legacy.

Jalan Raya Pan-Amerika dimaksudkan untuk menyatukan bangsa. Kini menyatukan mereka dalam duka. Hebat sekali warisan seperti itu.

Urban Planner Junior (Perencana Kota Muda)
If we applied Swiss alpine road safety standards here, fatalities would drop by 70%. But Peru spends less per capita on road safety than on plastic campaign banners. Priorities.

Jika kita terapkan standar keselamatan jalan pegunungan ala Swiss di sini, korban jiwa akan turun 70%. Tapi Peru menghabiskan lebih sedikit per kapita untuk keselamatan jalan daripada untuk spanduk kampanye plastik. Ya, prioritas.