Is Malevolent Creation’s Comeback the Death Metal Redemption We’ve Been Waiting For—Or a Recipe for Chaos?
Apakah Comeback Malevolent Creation adalah Penebusan Death Metal yang Kita Tunggu-tunggu—Atau Bencana yang Sedang Mengintai?

Jadi Malevolent Creation kembali jadi lima anggota—dengan Deron Miller kembali setelah bertahun-tahun hilang dalam jejak kontroversi. Ini bukan sekadar reuni; ini kebangkitan penuh dari suara klasik, yang sekarang diperkuat oleh tiga gitaris. Tiga! Bukan cuma berlebihan—ini orkestra death metal level dewa.
Tapi jangan pura-pura: Phil Fasciana, satu-satunya yang tersisa dari zaman dulu, baru saja minta maaf karena jadi bencana berjalan saat tur—alkohol, pil, sampai dirawat di Prancis. Ya, mereka bakal rekaman album baru, tapi bisakah mereka selamat dari kekacauan di balik layar? Lagipula: nggak ada konser sampai 2026. 'Jangan bilang tidak pernah', kata mereka. Bahasa standar band buat bilang 'cuma kalau kita tiba-tiba sembuh aja'.
Tiga gitaris nggak bikin band jadi lebih bagus—malah bikin konflik ego makin parah. Saya udah lihat ini sebelumnya: satu pengen harmoni, satu lagi pengen solo, yang ketiga merasa jadi Jeff Hanneman baru. Ini bukan reuni—ini sesi terapi yang tinggal menunggu waktu.
Kalian pada ngomong tiga gitar itu masalah? Kita kan udah minta suara pemusnahan total sejak tahun 90-an. Ini mah mimpi jadi kenyataan. Gua pengen suara yang dindingnya goyang dan tumpatan gigi gua ikut bergetar.
Secara praktis, tiga gitaris artinya royalti dibagi tiga, kontrak bertambah panjang, dan tiga kali lebih besar risiko ada yang menuntut karena satu gitar tunggal. Belum rilis album aja, gua udah baunya masalah hukum.
Kalian lupa Phil Fasciana itu satu-satunya anggota asli yang tersisa. Dia kayak penjaga api. Kalau dia stabil, band berdiri. Kalau dia jatuh lagi, semua ini bisa hancur dalam sekejap.
Tepat sekali. Dan jujur aja—kembali setelah kehancuran pribadi bukan soal musik. Ini soal trauma yang belum selesai. Mereka mengejar rasa 'tinggi', bukan harmoni.
Mereka nggak mainin lagu-lagu lawas ini selama 20 tahun. Kalau mereka bisa mainin setengah dari lagu klasik mereka, gua maafkan semua drama. Sejarah lebih penting dari gosip.
Sama. Gua bawa sumbat kuping, termos, dan kaos bajakan tahun ’93. Gua siap berdiri kena hujan di tempat manggung yang jelek asal bisa dengar ‘Retribution’ langsung lagi.
Guk. Guk. mengerang. Guk.